Keluarga ini lantas bertemu P2TP2A untuk konsultasi. Kasus yang dialami adiknya memang menjurus ke KBGO. Laporan Ratih diterima dan dijanjikan diteruskan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali.
"Sampai saat ini belum ada kelanjutan lagi," kata dia.
Kasus-kasus lain juga banyak dialami pelajar di Denpasar. Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua Harian P2TP2A Kota Denpasar, Luh Putu Anggreni. Misalnya seorang siswi kelas 3 SMA yang pacran dengan orang dewasa tinggal di Kalimantan.
Setelah dirayu, gadis itu foto telanjang. Foto tersebut kemudian digunakan untuk mengancam dan memeras. Hal ini membuat psikologi korban terpukul.
"Hal ini menimbulkan kecemasan psikis anak," kata dia.
Kasus KGBO di Bali Meningkat Saat Pandemi
Kasus yang mencolok lainnya yakni gadis SMA yang menerima 100 pesan whatsapp dalam semalam. Pesan itu berisi mengajak korban untuk berhubungan badan. Ternyata sebabnya yakni nomer dan fotonya disebar mantan pacarnya ke grup Whatsaap open booking (BO).
"Anak ini panik dan ternyata mantan pacarnya yang melakukannya," kata dia.
Ia mengatakan kasus KBGO sudah marak sebelum pandemi. Namun mengalani peningkatan sejak merebaknya wabah Covid-29. Hal ini seiring anak-anak usia SD hingga SMA banyak menggunakan ponsel untuk kegiatan sekolah.
Jika sebelum pandemi laporan kasus semcaam ini di bawah 10 setiap tahun. Sejak pandemi laporan semacam ini di angka 10 setiap tahunnya.
Menurutnya jumlahnya bisa lebih banyak karena masih banyak yang tak berani melapor.
"Sebelum Covid sudah marak dan jadi perhatian. Pemanfaatan ponsel di satu sisi negatif di satu sisi positif dan ini rentan banget," kata dia.
Untuk itu ia mendorong agar RUU Perlindungan Kekerasan Seksual (PKS) segera disahkan untuk membantu upaya pelindungan korban KBGO.
SAFEnet dalam memahami dan menyikapi kekerasan berbasis gender online menyebutkan KBGO merupakan kekerasan langsung pada seseorang yang didasarkan atas seks atau gender.
Hal Ini termasuk tindakan yang menyebabkan bahaya atau penderitaan fisik, mental atau seksual, ancaman untuk tindakan tersebut, paksaan dan penghapusan kemerdekaan.
Tag
Berita Terkait
-
Festival Literasi Denpasar #6 Libatkan 10.150 Peserta, Komitmen Bangun Generasi Cerdas dan Kreatif
-
The Invisible Villa Hadir di Ubud, Tawarkan Penginapan Transparan dengan Privasi Maksimal
-
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Menang Dramatis atas Arema FC, Pelatih Bali United Bongkar Resep Jitunya
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin