SuaraBali.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan pemprov setempat agar menggunakan busana berbahan kain tenun endek asli dari Pulau Dewata.
"Mari bersama kita jaga kelestarian warisan budaya daerah kita, salah satunya produksi kain tenun tradisional berupa endek asli Bali," kata Putri Koster saat membuka peragaan busana serangkaian Pameran IKM Bali Bangkit V di Denpasar, Sabtu 11 Desember 2021.
Menurut istri Gubernur Bali itu, dengan menggunakan kain tenun buatan daerah sendiri, maka secara tidak langsung kita menghidupkan kembali lingkaran perekonomian bagi perajin.
"Hal itu akan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang menekuni pembuatan kain tenun tradisional Bali berupa endek. Jangan sampai warisan adiluhung yang sedari dulu dipertahankan para leluhur, lenyap di masa kini karena kita yang enggan atau tidak mau menggunakannya," ujarnya.
Putri Koster mengajak agar jangan tergiur dengan harga murah, namun kualitas kain yang didapat kurang paten bahkan merupakan produksi luar Bali.
"Sebagian besar kain yang di pasaran adalah produksi luar Bali, yang dibuat dalam jumlah banyak dan dijual dengan harga murah," ucapnya.
Tindakan tersebut, kata dia, secara langsung membunuh perajin tenun tradisional Bali yang dengan susah payah menciptakan motif. Namun, tidak laku hanya gara-gara motif yang diciptakan tersebut sempat dijiplak dan dijual murah oleh oknum lain.
Dengan mengadakan peragaan busana melibatkan ASN maupun non-ASN, diharapkan setidaknya mampu membantu dan memberi peluang penjualan kain tenun tradisional Bali yang sedang dipamerkan di Taman Budaya Provinsi Bali.
Selain membuka peluang bisnis bagi perajin, kegiatan tersebut dapat memperlihatkan model baju dan tatanan berpakaian yang rapi, elegan dan tetap santun.
Baca Juga: Angkringan Ala Jogja Khas Bali di Jembrana, Apa Saja yang Ditawarkan?
"Seksi itu tidak mesti terbuka, namun terlihat apik, elegan, rapi dan santun juga bisa dikatakan seksi. Karena seksi itu adalah 'good looking' di mata orang lain sekalipun pakaiannya tetap tertutup," kata Putri Koster.
Pada tahun mendatang, Dekranasda Provinsi Bali menyelenggarakan peragaan busana bagi 40 organisasi perangkat daerah secara bergilir.
Saat kegiatan berlangsung, akan dipersilahkan bagi tiga OPD menyiapkan pegawai dan stafnya untuk tampil. Masing-masing OPD menyiapkan 25 pasangan untuk tampil menggunakan pakaian kasual, pakaian ke kantor dan pakaian adat ke kantor.
Semuanya menggunakan kain yang terbuat dari tenun tradisional Bali dan didesain oleh desainer yang paham akan tata krama berpakaian rapi dan elegan untuk ke kantor. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Akademisi: Liputan Investigasi Selamatkan Marwah Pesantren
-
Sopir Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Diduga Cabuli 4 Santriwati
-
Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya
-
Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar
-
Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri