SuaraBali.id - Saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, tingkat hunian kamar hotel diharapkan bisa mencapai 40 persen dengan menyasar wisatawan domestik. Hal ini menjadi prediksi dan harapan pengelola industri pariwisata hotel di Kuta.
"Kita tidak muluk-muluk 40% saja sudah bagus," ungkap Direktur Utama Awanngroup, Albert Dwijaya, belum lama ini di Kuta, Badung, Bali.
Menurutnya jika jumlah hunian kamar hotel melampaui 40% tentunya akan lebih bagus lagi.
"Meskipun demikian 40% saya rasa sudah cukup untuk tahun ini," ucapnya.
Jika dilihat sebelumnya sejak adanya pemberlakuan PPKM, dirinya menyebut telah menerima pembatalan puluhan reservasi.
"Kurang lebih ada 30 Cancellation," cetusnya.
Ia berharap dengan PPKM Level 3 dibatalkan dan bisnis kembali berjalan namun tidak mengabaikan protokol kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri