SuaraBali.id - Demi bisa bertemu anjingnya yang berasal dari Bali, seorang WNA Australia bernama Natasha Corbin rela menyewa pesawat pribadi. Ia adalah WNA asal Sunshine Coast yang sudah enam tahun, mencoba membawa masuk anjing kesayangannya bernama Munchkin ke Australia.
Ia mempunyai cerita manis bersama Munchkin kesayangannya. Munchkin pernah jadi anjing jalanan di Bali dan ditemukan oleh Natasha bersama tunangannya, David Daynes, saat mereka tinggal di Bali.
"Saat kita di Bali, pasangan saya bikin satu aturan. Karena saya sangat suka anjing, saya tidak boleh berinteraksi dengan anjing apa pun," kata Natasha.
"Saya abaikan semua anjing sebisa mungkin, tapi anjing ini, Munchkin, anak anjing yang sangat kecil, ikut kita kemana-mana dan entah bagaimana dia jadi ada di dekat vila kita." Jelasnya.
Demi memboyong Munchkin ke Australia, Natasha bahkan rela untuk pindah dan tinggal sementara di Selandia Baru. Menurut pertimbangannya soal aturan karantina hewan peliharaan, lebih mudah baginya untuk membawa anjing dari Selandia Baru ke Australia, ketimbang membawanya dari Indonesia ke Australia.
Karenanya, pasangan tersebut memilih pindah dari Bali ke Selandia Baru dengan membawa Munchkin, dua tahun lalu. Tapi dalam lima bulan terakhir Natasha sudah kembali ke Australia dan berpisah dengan pasangan dan anjing kesayangannya.
Untuk bisa berkumpul kembali sebelum hari Natal, Natasha memutuskan untuk menyewa pesawat pribadi dengan menjual kursi yang kosong bagi warga lain yang ingin terbang. Dengan cara ini ia juga bisa meringankan biayanya.
Menyewa pesawat pribadi di Australia tidaklah murah, harganya bisa mencapai AU$40.000 hingga AU$45.000, atau lebih dari Rp400 juta.
Ia meminta tolong warga di Sunshine Coast untuk bisa menemukan siapa yang mau terbang dari Selandia Baru dan membeli kursi kosong.
Natasha sudah bertemu dengan 11 orang di Selandia Baru lewat Zoom untuk mencari tahu siapa diantara yang bisa pergi ke Brisbane, ibu kota Queensland, dalam waktu segera.
"Pokoknya siapa pun yang bisa pergi, karena saya mau menyewa pesawat minggu depan," ujarnya.
"Saya tidak tahu jika kita bisa membawa tujuh orang karena ada pembatasan beban penumpang, jadi mungkin saat ini kita hanya bisa menyediakan kursi untuk lima orang."
Mencoba membawa pulang Munchkin dari Indonesia ke Australia tidaklah mudah bagi pasangan tersebut.
Selain masih sedang berusaha untuk mendatangkannya lewat Selandia Baru, Munchkin juga pernah tinggal di empat rumah berbeda di Singapura.
Belum lagi ada masalah kesehatan yang membuat perjalanan Munchkin sempat dibatasi, setelah ia digigit kutu saat transit di Singapura.
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali