Panggang Pe bisa dibilang menjadi rumah adat paling sederhana di Jawa Tengah. Arsitektur rumah ini biasa dipakai untuk warung dan kios. Jika rumah adat kampung memiliki tiang penyangga kelipatan empat, rumah adat Panggang Pe memiliki tiang sebanyak enam buah.
Meski sederhana, bentuk Rumah Panggang Pe sangat elegan. Konsep inilah yang membuat rumah adat ini lebih indah dan menarik. Gaya arsitektur yang elegan membuat banyak orang masih menerapkannya di rumah mereka.
Rumah adat ini masih cukup banyak ditemui di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Jika Rumah Joglo identik dengan kalangan menengah ke atas, Rumah Kampung biasanya dihuni kalangan menengah ke bawah seperti pedagang, petani dan peternak.
Rumah Kampung memiliki ciri jumlah tiang yang berkelipatan empat. Sedangkan bangunan rumahnya berbentuk persegi panjang dan memiliki dua lapis tiang untuk menyangga atap rumah. Rumah Kampung juga banyak ditemukan di Madura dan Bali.
Itulah penjelasan soal rumah adat Jawa Tengah berikut fungsi dan filososinya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dalam mengenal budaya khas Indonesia.
Kontributor : Alan Aliarcham
Berita Terkait
-
Raih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan
-
Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027
-
Taj Yasin Kunjungi Keluarga Syabilla, Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov
-
Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi
-
Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN