Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 07 Desember 2021 | 18:21 WIB
Salah satu tenda pengungsian yang berada di wilayah Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (6/12/2021) malam. [Foto : Suara.com / Lalu Muhammad Helmi Akbar]

Keluhan senada disampaikan Wedi. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cukur itu hanya bisa pasrah dengan kondisi serba kekurangan setelah banjir.

"Semua perabot rumah tangga rusak terendam air, kasur, bantal, pakaian semua terendam air berlumpur. Kompor juga rusak, makanya tidak bisa untuk sekedar memasak mi instan bantuan yang kami dapat dari donatur," ucap Wedi. (ANTARA)

Load More