SuaraBali.id - Meski baru akan dihelat sekitar tiga bulan lagi, gema balap motor paling prestisius di dunia, MotoGP sudah mulai terasa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menuju MotoGp Mandalika, hotel –hotel yang ada di Lombok sudah mulai dipesan oleh tamu dari berbagai daerah dan mancanegara untuk bisa menyaksikan balapan motor MotoGP Februari-Maret 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok. Beberapa hotel sudah mengkonfirmasi pesanan kamar hotel untuk rentang waktu minggu ketiga dan keempat Maret 2022.
Calon penonton MotoGP ini sudah memesan kamar hotel melalui aplikasi maupun agen perjalanan yang ada di NTB. Animo fans dan penonton yang tinggi dinilai membuat sebagian orang memesan kamar hotel jauh-jauh hari sebelum kegiatan dimulai.
Hal ini juga membuat rata-rata tarif hotel di Lombok mengalami kenaikan.
Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra membenarkan informasi tersebut. Fakta ini, kata Lanang, mesti menjadi semangat awal yang akan mempersiapkan para pelaku usaha agar memberikan pelayanan maksimal.
“Ya benar, sudah banyak yang booking hotel untuk Februari-Maret 2020, baik secara online maupun offline,” katanya saat dihubungi Suara.com. Selasa, (30/11/2021).
Ia juga menyoroti soal kenaikan harga hotel. Menurutnya, tak semata-mata hal ini dapat berdampak buruk, dalam arti lain hal tersebut bergantung pada kualifikasi hotel.
“Tergantung standar, lokasi, dan jenis kamar hingga bintang hotel yang bersangkutan. Pangsa pasar penonton motoGP juga kalangan menengah ke atas,” katanya.
Menjelang penyelenggaraan motoGp ini merupakan momentum yang tak boleh disia-siakan pelaku usaha perhotelan. Artinya, kata Lanang, pihak hotel tak boleh hanya terfokus pada saat event tersebut berlangsung, melainkan perlu memikirkan solusi ke depan agar manfaatnya dapat tetap dirasakan.
Selanjutnya, Ketua Perhimpunan General Manager Hotel atau Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB Ernanda menyampaikan bahwa hotel-hotel di Lombok sudah sangat siap menerima pemesanan jelang MotoGP 2022, hal ini telah terlihat dari kesiapan hotel saat event WSBK kemarin. Ia juga menyambut baik soal informasi penonton MotoGp yang ada kisaran angka 150 ribu.
“Itu angka yang sangat besar, hotel-hotel harus benar-benar bersiap,” katanya.
Ia berharap agar semua hotel mendapatkan manfaat dari event MotoGp ini.
"Kalau kemarin saat World Superbike hotel di Gili Trawangan tidak kebagian, harapan kami saat MotoGP semua mendapat bookingan, tinggal bagaimana skenarionya, agar semua menikmati dampak event MotoGP," kata dia.
Kontributor : Lalu Muhammad Helmi Akbar
Berita Terkait
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
Baru 5 Bulan Kenal Motor, Fiandra Reja Sikat P4 Klasemen Junior GP-0 160cc
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern