Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Senin, 29 November 2021 | 19:08 WIB
Harapan Bali Pupus Karena Pengetatan WNA, PHRI : Belum Bangkit Sudah Diancam Lagi

Karangasem, kata dia, mengandalkan wisata alam dan budaya untuk menggaet wisatawan.  Destinasi tersebut misalnya menyelam, treking, dan budaya.

"Ada Tulamben, Candi Lempuyangan, Tirta Gangga, dan Amed, hingga Taman edelweis," kata dia.

Ia berharap wisdom juga meilirik untuk liburan ke Bali Timur.  Adapun, saat ini tingkat hunian di Karangasem ada di bawah 5-7 persen dari total 800 penginapan atau hotel kecil sampai bintang lima.

Gubernur Bali Minta Sabar

Baca Juga: Ketika Lombok Sukses Dengan WSBK Mandalika, Bagaimana Peluang Bali?

Gubernur Bali Wayan Koster meminta pelaku pariwisata kembali bersabar terkait rencana mendatangkan wisatawan asing ke Pulau Dewata. Sebab Indonesia akan mengetatkan kedatangan warga negara asing terkait adanya Covid-19 varian baru Omicron.

Koster mengatakan Bali memang sudah membuka diri untuk wisatawan asing sejak 14 Oktober 2021. Namun, perkembangan Covid-19 di luar negeri kembali melonjak.

"Nampaknya kita masih harus bersabar tadinya kita sudah membuka wisata mancanegara pada tanggal 14 Oktober yang lalu tapi dinamika Covid-19 di luar negeri malah berkembang pada gelombang 3 gelombang 4 bahkan sekarang muncul varian baru varian Omicron dari Afrika Selatan," kata Koster di DPRD Bali, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan bahkan varian baru ini sudah masuk ke Australia. Kemudian ia juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Hasilnya, Indonesia akan melakukan pengetatan perjalanan dari negara-negara yang sudah ada varian baru ini.

"Rupanya sudah masuk ke Australia kemarin saya dapat WA dari Australia, sudah masuk ke situ. Kemarin malam saya komunikasi dengan ibu Menlu akan melakukan pengetatan perjalanan luar negeri bagi negara-negara yang sudah ada varian baru ini," kata dia.

Baca Juga: Tradisi Mekepung di Bali Bangkit Setelah 2 Tahun Terhenti

Kontributor : Imam Rosidin

Load More