SuaraBali.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (25/11/2021) mulai pukul 18.00 WITA mengakibatkan beberapa lokasi di Kabupaten Jembrana tergenang air.
Banjir juga melanda wilayah Banjar Berawantangi, Desa Tuladaya, Kecamatan Melaya, Jembrana. Banjir yang terjadi di banjar ini disebabkan meluapnya air lantaran saluran air tidak mampu menampung volume air hujan yang cukup deras.
Selain karena tingginya curah hujan sekitar 2 jam tersebut banjir juga disebabkan sempitnya saluran air. Sehingga air masuk ke dalam rumah milik warga setempat.
"Air masuk ke halaman rumah saya karena saluran air tersumbat oleh jerami yang dibawa air," jelas Sayu Putu Murdani (70) seperti diwartakan beritabali.com – Jaringan Suara.com
Untuk membersihkan sampah jerami di saluran air tersebut, sejumlah warga bergotong royong hingga air kembali surut.
Berita Terkait
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Banjir Akibat Luapan Sungai Cidurian, Ratusan Rumah Terendam
-
Tragedi Cilincing: Warga Tewas Tersengat Listrik, Bagaimana Mitigasi Risiko Korsleting Saat Banjir?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis