SuaraBali.id - Ajang World Superbike (WSBK) 2021 sesi ke-13 telah digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Selain WSBK, di sirkuit itu juga digelar World Supersport 2021 dan Asia Talent Cup 2021.
Menariknya, piala atau trofi dari tiga gelaran ini dibuat oleh Tuksedo Studio yang beralamat di kawasan Ketewel, Gianyar, Bali.
Tuksedo Studio didirikan tiga tahun lalu dan usaha yang bergerak di bidang rancang bangun mobil balap klasik.
Pendiri Tuksedo Studio Pudji Handoko mengaku tak pernah menyangka usaha miliknya terpilih sebagai pembuat trofi WSBK dan dua ajang lainnya yang digelar di Indonesia. Menurutnya, capaian ini sebuah kebanggan karena dipercaya menjadi pembuat trofi ajang internasional.
"Seneng dan bangga juga, terutama anak-anak, ya, diakui oleh eo berkelas internasional," katanya ditemui, Rabu (24/11/2021).
Ia mengatakan Tuksedo dipilih sebagai pembuat trofi ini sekitar pertengahan Oktober. Saat itu Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memintanya mengajukan usulan desain untuk trofi Superbike.
Saat itu, ada 13 alternatif desain yang diajukan dengan bahan material alumunium dan stainles steel. Beruntung salah satu desainnya yang menggambarkan sirkuit Mandalika terpilih.
"Jadi sebulan sebelum event, dari MGPA meminta saya mengajukan usulan piala desain di event Superbike. Kita ajukan 13 alternatif dan diajukan ke Dorna Motorsport dan disetujui," kata dia.
Ia mengatakan Tuksedo Studio Bali total memproduksi 28 trofi dengan rincian 8 trofi untuk World Superbike. Kemudian 12 trofi untuk Asia Talent Cup (ATC), 8 World Supersport 2021. Adapun untuk beratnya bervariasi dengan ukuran paling tinggi 48 cm.
"Akhirnya jalan, dengan spek yang sudah ditentukan termasuk ukuran dan berat. Akhirnya kita usulkan lagi Asia Talent dan disetujui Dorna," kata dia.
Ia mengatakan trofi-trofi itu hanya dikerjakan dalam waktu sebulan.
"Mulai dari asistensi, konsultasi, tak sampai sebulan dikerjakan," kata dia.
Ia menjelaskan Tuksedo Studio merupakan bengkel yang didirikan sekitar tiga tahun lalu. Bengkel ini khusus merancang bangun mobil-mobil balap klasik.
Jadi mobil-mobil klasik ini dibangun dengan cara manual seperti pembuatan mobil di awal tahun 1940-an.
"Kami itu membuat sesuatunyang custom dan khusus, ini marak di era tahun 40-an atau 100 tahun lalu. Dulu ga ada pabrik otomoatis yang dijalankan dengan robot," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Parfum Mandalika Only The Brave Wangi Apa? Cek Aroma dan Review-nya
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo