SuaraBali.id - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bali menanggapi diragukannya data 42 kasus dugaan kekerasan seksual yang ada di Universitas Udayana (Unud) hingga berujung ancaman lapor polisi. Menjawab keraguan tersebut, Direktur LBH Bali Ni Kadek Vany Primaliraing mengatakan datanya bukan seperti penelitian akademik.
Sehingga data tersebut ada kemungkinan eror atau salahnya. Namun data kekerasan seksual itu berasal dari form yang diisi penyintas saat mendatangi posko pengaduan yang dibuka.
Sehingga jelas ada korban dan saksi yang mengetahui adanya kekerasan seksual.
"Kalau akademis kan random ada salahnya. Ini sasarannya jelas siapa yang jadi korban dan mengetahui kekerasan seksual di Udayana. Ini yang mengisi form dan datang ke posko. Jadi bukan data random dan tak bisa dibandingkan dengan penelitian akademik," katanya di kantor LBH Bali, Rabu (24/11/2021).
Terkait permintaan data utuh, Vany menyebut sudah menyerahkan ke rektorat Unud berupa angka kasus, modus, pelaku dan pidananya seperti apa. Namun untuk nama dan detail rinci kejadian, LBH tak bisa memberikan untuk kepentingan privasi korvan.
"Tapi email, nomer, dan bagaimana detail kronologi tak bis karena ini untuk privasi korban," kata dia.
Ia mempertanyakan apakah Unud sendiri sudah memiliki data kekerasan seksual yang ada di lingkungannya. Jika ada bagaimana langkah penanganan dan tindaklanjutnya.
Atau jangan-jangan kampus tak memiliki sistem perlindungan dan pengaduan yang aman. Sehingga korban merasa takut.
"Harus dipertanyakan ke kampus sendiri ya. Apakah memang ga ada kekerasan seksual di kampus. Atau apakah ada tapi tidak ditindaklanjuti," kata dia.
Terkait ancaman dilaporkan ke polisi, ia mengaku kecewa. Sebab menurutnya jika ada orang yang bersuara tentang kekerasan seksual dan diancam merupakan bentuk pembungkaman.
"Ketika orang menyampaikan ada kekerasan seksual terus diancam ini merupakan pembungkaman," kata dia.
Menurutnya, hal ini bertentangan dengan semangat menolak adanya atau menyikapi kasus kekerasan seksual. Padahal seharusnya penangganan kekerasan seksual harus memberikan yang terbaik untuk korban dan mendengarkan suara korban.
Rektor Unud Minta Korban Melapor
Sebelumnya, rektor Universitas Udayana, Bali Prof. I Nyoman Gde Antara telah menanggapi adanya informasi ini.
Ia pun mengatakan kini seluruh kegiatan akademik tidak diizinkan dilakukan di luar aktivitas kampus, dengan tujuan meminimalkan terjadinya pelecehan seksual tersebut. Selain itu ia juga mempersilakan para korban untuk berani melaporkan kasus yang dialaminya.
Berita Terkait
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah