Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Rabu, 24 November 2021 | 10:32 WIB
Kabupaten Bangli

Serta gambar gunung, danau, daratan, padi dan kapas berarti melambangkan keadaan alam dan kemakmurannya dan gelombang air danau berarti gerakan yang dinamis, terdapat juga gambar rantai yang bermakna persatuan, daun jarak dilambangkan sebagai sejarah lahirnya Kabupaten Bangli, dan yang terpenting makna dari tulisan “BHUKTI MUkTI BHAKTI” yang berada di logo itu adalah bermakna terhadap suatu pengabdian yang berbakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dan tanah air Indonesia untuk mewujudkan cita-cita leluhur yaitu masyarakat adil dan makmur secara lahir dan batin.

Berada di ketinggian 100-2.152 mdp Wilayah Kabupaten Bangli memiliki hawa sejuk, bahkan dingin. Terdapat kebudayaan dan tradisi unik di Kabupaten Bangli yang berbeda dengan wilayah lain.

Salah satu tradisi uniknya adalah pemakaman di desa Trunyan, yang mana jasad orang yang meninggal hanya di letakkan di atas tanah di bawah pohon (taru) Menyan, uniknya mayat tersebut tidak mengeluarkan bau yang busuk. Sehingga tradisi ini menjadi salah satu daya tarik istimewa dari kabupaten Bangli yang banyak dikunjungi oleh wistawa.

Tidak hanya di desa Trunyan, Bagli juga memiliki tradisi lainnya seperti pernikahan masal yang dilakukan di Desa Pengotan, tradisi Ngerebeg, Perang suren di Bayung Gede, Perang pelapah pisang di Pengotan dan masih banyak lagi tradisi yang unik di kabupaten Bangli ini, termasuk juga sejumlah tradsisi unik di desa Penglipuran, yang merupakan salah satu peninggalan sejarah Kabupaten Bangli.

Baca Juga: Sosok Kolonel CKM dr. Made Mardika, Putra Bali Pertama yang Jabat Dokter Pribadi Wapres

Sebagai kabupaten yang populer di Bali, Bangli juga memiliki sejumlah wisata kekinian yang sangat populer. Diantanya, Pura Tehen, wisata air terjun, Twin Hill, Pondok Wisata Mahapraja dan Anjungan Tukad Melangit (ATM),

Bupati Bangli dari masa ke masa:

  1. Ida Anak Agung Ketut Ngurah Bupati periode 1933-1960
  2. Ida Bagus Mde Sutha Bupati periode 1960-1968
  3. Drs. I Dewa Madé Beratha Bupati periode 1968-1970
  4. Tjokorde Gde Ngurah Bupati periode 1970-1975
  5. I Ketut Winaya Bupati periode 1975-1985
  6. Anak Agung Gedé Putra, SH Bupati periode 1985-1990
  7. Ida Bagus Gedé Agung Ladip, SH Bupati peride 1990-2000
  8. I Nengah Arnawa, S.Sos, MM Bupati periode 2000-2010
  9. I Madé Gianyar Bupati peride 2010-2015
  10. I Dewa Gedé Mahendra Putra, SH, MH Bupati periode 2015-2016
  11. I Madé Gianyar Bupati peride 2016
  12. Sang Nyoman Sedana Arta Bupati periode 2016-2021

Itulah secara singkat sejarah Kabupaten Bangli, Bali yang memiliki asal-usul nama hingga tempat wisata dan tradisi yang unik.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Baca Juga: Komentari Petisi Pelaku Pariwisata, Gubernur Bali : Saya Ini Sangat Serius Bekerja

Load More