SuaraBali.id - Ajang World Superbike (WSBK) di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menguntungkan banyak pihak di daerah tersebut. Seperti hanya pedagang makanan, persewaan penginapan hingga pengusaha laundry atau cuci pakaian.
Hal ini karena sebagian besar penonton pada WSBK di Sirkuit Mandalika ini mereka tidak sempat mencuci pakaiannya sendiri. Para penonton maupun kru WSBK yang menginap di Hotel atau Homestay di Kuta Mandalika ini pun mengandalkan jasa laundry.
Akibatnya banyak pengusaha laundry di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ketiban rezeki. Omzetnya pun mengalami peningkatan 200 persen dari hari biasa sebelum adanya ajang balapan tersebut.
"Allhamdulilah omzetnya perhari itu meningkat 200 persen," kata Suhartini salah satu pengusaha jasa laundry di Kuta, Praya, Lombok Tengah, Minggu (22/11/2021).
Padahal menurutnya di hari-hari biasa omzet jasa laundry itu Rp 100 ribu paling tinggi, namun setelah adanya ajang balapan WSBK itu mulai mengalami peningkatan.
"Saat ini omzet kita bisa Rp300 ribu-Rp500 ribu Perhari. Harga perkilo Rp6 ribu, tapi kalau tamu mau cepat Rp10 ribu," katanya
Namun karena banyaknya wisatawan atau penonton WSBK, ia sampai menolak melayani jasa laundry, karena cuaca yang tidak mendukung atau hujan dan masih banyak pakaian yang belum kering atau selesai disetrika.
"Cuaca tidak mendukung, saya stop penerimaan saat ini," katanya.
Seorang pengusaha laundry lainnya di Kuta, bahwa omzet usaha laundry yang telah dijalan sejak dulu itu mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan hari biasanya.
"Allhamdulilah meningkat, yang biasany Rp50 ribu, sekarang bisa Rp200 ribu," katanya.
Ia juga mengatakan, usaha laundry di KEK Mandalika ini cukup banyak, karena warga telah menyadari bahwa usaha laundry itu bisa menjadi peluang rizki untuk meningkatkan ekonomi.
"Usaha jasa laundry di Kuta ini cukup banyak," katanya.
Sementara itu untuk harga laundry perkilonya tetap sama dengan hari biasanya meskipun saat ini banyak penonton WSBK yang menginap dan menggunakan jasa laundry.
"Harga tetap sama Rp6 ribu perkilonya. Kita tidak menaikan," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United di BRI Super League 9 Januari 2026
-
Matcha Kemasan Infus Viral, Menarik tapi Picu Dilema Etik Keamanan Pangan
-
Dorong Ekonomi Daerah, Pusat Bisnis Baru di Bali Fokus Kembangkan Kopi dan Cokelat Premium
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
5 Alasan iPhone 17 Pro Max Masih Diburu di Awal 2026
-
7 Camilan Sehat Ini Bikin Kenyang Tanpa Takut Gemuk
-
Tertutup! Pemeriksaan Misri di Sidang Kematian Brigadir Nurhadi
-
BMKG Pastikan Gempa M4.5 di Dasar Laut Bali Tidak Sebabkan Tsunami, Tapi..
-
Ombak 'Menggila' Seret Turis Ceko di Pantai Kelingking, Evakuasi Dramatis 170 Meter