SuaraBali.id - Salah satu kuliner khas Bali adalah Lawar Klungah. Lawar Klungah merupakan kuliner Khas Jembrana, Bali.
Tak seperti makanan khas Bali yang berjenis lawar pada umumnya. Lawar Klungah berbahan dasar kelapa yang masih sangat muda dan belum berisi daging.
Lawar ini biasanya juga dimasak saat hari raya Hindu seperti Hari Raya Kuningan hari ini, Sabtu (20/11/2021). Makanan ini juga kerap jadi favorit keluarga di Bali.
Seperti salah satu warga Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana I Nengah Seraya (81) mengatakan, dirinya rutin setiap hari raya, baik Galungan maupun Kuningan membuat Lawar Klungah.
Menurutnya, cara dan proses pembuatan lawar klungah ini menjadi menjadi ajang sesama anggota keluarga untuk saling bercerita satu sama lain. Apalagi di momen menyenangkan seperti saat anggota keluarga kumpul di hari raya.
"Masakan ini (lawar Klungah), bukan saja menjadi ciri khas Jembrana, tapi lebih dari pada itu. Ini membuat rasa kangen kumpul dengan keluarga" kata Seraya kepada beritabali.com – Jaringan Suara.com.
"Ya, ketika membuat lawar itu kan bisa ngobrol dengan anak dan cucu. Apalagi pas metektekan (mencingcang lawar) pasti banyak cerita yang keluar," sambungnya.
Di samping itu lanjut Seraya, hampir sebagian besar para anak muda di Jembrana bisa membuat lawar kelungah. Bagian klungah yang digunakan sebagai lawar adalah batoknya yang masih lentur.
Jika dicicipi tersendiri rasa batok kelapa muda ini terasa pahit, kemuadian batok kelapa yang telah dipilih ini direbus hingga matang lalu dipotong kecil layaknya potongan lawar.
Selanjutnya diberi tambahan daging ayam atau daging babi kemudian diberi bumbu khas Bali atau bumbu rajang dan bumbu lawar, kolaborasi semua ini akan menghasilkan lawar klungah yang memiliki cita rasa yang luar biasa, yang tak kalah enak dengan jenis lawar lainnya.
"Ne sube ne jaen (ini dah yang enak) duduk ngumpul buat lawar Klungah sambil megesah (bercerita), sube lebeng (sudah masak) langsung makan," ungkap Seraya, pria paruh baya yang kesehariannya memelihara ayam.
Tag
Berita Terkait
-
Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz
-
Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?
-
Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
-
Politik Kampus: Laboratorium Kecil untuk Sistem Tata Negara
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri