SuaraBali.id - Ada pemandangan menarik tatkala gelaran event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat para pembalap memacu adrenalin, warga dusun Ebunut, Desa Kuta Mandalika tetap santai menanam kedelai dari balik pagar sirkuit pada Jumat (19/11/2021).
Seolah tak terganggu dengan deru suara mesin bising motor pebalap, warga tetap menanam benih kedelai mereka. Jarak antara lahan tempat mereka menanam kedelai dengan lintasan sirkuit hanya sekitar 10 meter.
Seorang warga bernama Amaq Bengkok beserta keluarga, salah satunya. Hingga saat ini mereka memang masih tinggal di dalam areal sirkuit.
Ia adalah satu dari 48 Kepala Keluarga (KK) yang masih berdiam diri dan mencari penghidupan di dalam areal sirkuit.
"Saya tetap akan tinggal di sini, sampai nanti uang ganti rugi tanah saya dibayar," ujar Amaq Bengkok.
Ia mengaku, sehari-hari berprofesi sebagai nelayan, ia memang kadang bertani, menaman kedelai di pekarangan rumahnya yang dibatasi pagar sirkuit itu.
"Yang kami tanam sekitar 1 kuintal benih kedelai," kata Amaq Bengkok.
Tidak sendiri, Amaq Bengkok juga dibantu Ibu-Ibu warga Dusun Ebunut yang juga masih menetap di atas tanah sengketa mereka. Setiap harinya, mereka mendapatkan upah sekitar Rp. 35 ribu.
"Upah yang saya berikan 35 ribu per orang, di sini ada 8 orang yang ikut, jadi setiap hari total 250 ribu untuk mereka," katanya.
Baca Juga: Ke Mandalika, Ridwan Kamil Bagikan Tiket Gratis WSBK Bagi Warga yang Hafal Pancasila
Amaq Bengkok bertani di atas tanah seluas 30 meter persegi. Ia berharap hasil panen kedelainya nanti dapat ia jual dengan harga yang tinggi untuk menafkahi hidup keluarga.
Sebelumnya, polemik pembebasan atau ganti rugi lahan warga memang masih bergulir. Teranyar, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menyelesaikan pembebasan lahan tersebut.
"Ini katanya ada 48 KK yang masih diam di sirkuit, saya minta Mas Erick menyelesaikannya," ujar Presiden saat setelah meresmikan Pertamina Mandalika International Street Circuit, Jumat (12/11/2021)
Sampai dengan pelaksanaan event Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan WSBK digelar, pembebasan lahan tersebut belum jua selesai. Warga memilih tetap tinggal di rumahnya, kendati balapan sudah dimulai.
Warga yang masih berdiam diri di dalam sirkuit kemudian diberikan sebuah gelang penanda. Gelang tersebut sebagai penanda yang dapat digunakan sebagai akses keluar masuk sirkuit.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, personel polisi diterjunkan guna mengamankan seluruh jalannya balapan WSBK sejak 17 hingga 21 November 2021.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka