SuaraBali.id - Buah-buahan tak selalu bagus untuk ibu hamil. Buktinya buah-buahan jadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Apa saja?
Makanan dilarang untuk ibu hamil dikhususkan agar melindungi janin yang masih berkembang belum memiliki sistem kekebalan sendiri.
Sehingga semua organ yang tumbuh bisa saja terluka karena berbagai macam hal, seperti obat-obatan, radiasi hingga tembakau.
Maka dokter sering menyarankan ibu hamil untuk menghindari beberapa makanan dan aktivitas di trimester awal kehamilan yang masih rentan keguguran dan masalah kehamilan lainnya, termasuk buah-buahan tertentu yang dirasa kaya manfaat.
Dilansir Firstcry Parenting, berikut 3 buah-buahan yang jadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil:
1. Pepaya setengah matang
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil lainnya adalah pepaya. Padahal pepaya biasanya menjadi obat alami mengatasi gangguan pencernaan.
Tetapi, pepaya setengah matang harus dihindari oleh ibu hamil karena beberapa kandungan tidak baik di dalamnya.
Pepaya setengah matang mengandung lateks dalam jumlah banyak yang membuat kontraksi rahim. Buah ini juga mengandung papain yang memicu persalinan dini.
Baca Juga: Konsumsi yang Teratur, Daftar 5 Makanan untuk Ibu Hamil Sehat dan Bergizi
Selain itu, pepaya setengah matang juga bisa menyebabkan alergi umum seperti hidung meler, bengkak di mulut dan ruam kulit.
2. Anggur
Meskipun anggur mengandung vitamin A dan C tinggi yang merupakan nutrisi penting bagi ibu hamil. Tetapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin mengonsumsinya di trimester awal kehamilan.
Kulit luar buah anggur mengandung senyawa toksitas resveratol yang bisa menjadi racun bagi ibu hamil akibatnya pankreas bayi akan berkembang secara tidak teratur.
Padahal pankreas penting untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah dan jika ini tidak berfungsi bisa membuat bayi berisiko diabetes. Selain itu, anggur juga mengandung pestisida, memberikan rasa panas pada perut ibu hamil dan menyebabkan sembelit.
3. Nanas
Berita Terkait
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman
-
Pencerah Lipatan yang Aman untuk Bumil dan Busui, Ini Rekomendasinya
-
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel