SuaraBali.id - Momen pertama kalinya diselenggarakan balap motor kelas internasional di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat banyak orang antusias, tak terkecuali warga setempat. Namun demikian untuk menonton balap motor di sirkuit Mandalika tentunya tidak mudah.
Ada tiket yang harus dibayar dan dibatasinya kuota penonton yang bisa melihat secara langsung balap motor tersebut. Untuk itu warga sekitar pun memanfaatkan berbagai cara.
Seperti yang dilakukan kala berusaha menonton Idemitsu Asia Telent Cup (IATC) yang digelar di Sirkuit Mandalika mulai Sabtu, 13 November 2021 hingga Minggu (14/11/2021). Antusias masyarakat menyaksikan balapan pembalap muda dari Asia dan Oseania itu tumpah di sirkuit bahkan sampai ada yang nangkring di atas pohon.
Meskipun warga setempat diberikan akses gratis untuk menyaksikan IATC, namun tidak semua dapat masuk. Itu karena penonton harus wajib dua kali vaksin dan beberapa syarat lainnya.
Tidak kehilangan akal, warga menyaksikan IATC dengan berbagai cara dari luar sirkuit.
Dari beberapa foto yang beredar di media sosial, banyak warga menyaksikan IATC dari atas pohon. Ada juga warga yang menyaksikan jalannya balapan di Sirkuit Mandalika menggunakan truk.
Hal unik lainnya adalah para emak-emak yang merupakan warga sekitar dan tak mau melewatkan sesi latihan bebas dan kualifikasi IATC.
Mereka dengan menggunakan Topi khas Lombok untuk pergi ke sawah dan sambil menggendong anak tampak tak ingin melewatkan balapan. Mencari tempat yang lebih tinggi adalah salah satu alternatif untuk bisa menikmati balapan IATC di sirkuit Mandalika.
Kendaraan Proyek sengaja di parkir di luar pagar sirkuit agar memudahkan warga untuk menonton kualifikasi dan sesi latihan bebas IATC sampai puas.
Salah seorang warga yang tengah menggarap lahannya di atas bukit tampak membagikan siaran langsung tengah menonton balapan dari jarak yang cukup jauh.
Alhasil pada video tersebut, para pembalap yang berusia kisaran 15-19 tahun dengan kuda besinya hanya tampak kecil seperti semut.
"Hanya ada di SIRKUIT MANDALIKA Ini tentang WSBK Nonton diatas bukit? Dilarang Gratis? Tak mungkin Hanya ada di Lombok...naik pohon..Posting pegiat sosial NTB, Rudy Lombok II di akun Facebooknya.
Beragam komentar warga terkait aksi nekat para warga nekat menonton IATC dengan cara ekstrem.
"Bukan rakyat nya yang gawah (kampungan, red) tp yg buat aturan super gawah". Ada juga yang berkomentar "bersaing ama godeq. Yang artinya saingan sama monyet.
"Diusulkan ada tiket gratis minimal 20 % untuk yang nggak bisa beli tiket" tulis atas nama Made Kantun.
Berita Terkait
-
Cerita Inspiratif: Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Produksi Batu Bata dan Batako
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Santriwati Modus Manipulasi Doktrin, Polisi Sita Kondom
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga
-
Polda NTB Telusuri Identitas Asli Bandar B Alias Boy, Diduga Suap AKBP Didik Rp1,8 Miliar
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
- Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Pilihan
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
Terkini
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global
-
Jejak Uang Mantan Kepala BPN Sumbawa Terus Ditelusuri Kejaksaan