SuaraBali.id - Gempa Bali yang menimbulkan dampak merusak di Karangasem dan Bangli pagi tadi membuat seorang balita perempuan bernama Ni Luh Meriani yang berusia 3 tahun menjadi korban meninggal dunia.
Balita asal Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem, Bali tersebut meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat Gempa berkekuatan 4.8 SR mengguncang wilayah Karangasem pada Sabtu pagi, (16/10/2021).
Kepala Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban bersama orang tua dan 4 saudaranya sebelum gempa mengguncang berada di dalam rumah. Saat gempa terjadi, diduga material reruntuhan rumah yang ambruk akibat guncangan gempa menimpa korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Saat kejadian semuanya berada di dalam rumah, keadaannya amat sangat memprihatinkan, mau bawa bantuan juga masih susah karena akses jalan tertutup longsoran," ujarnya kepada beritabali.com - Jaringan SuaraBali.id.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Sekertaris BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana mengungkapkan, dari hasil asesmen awal di Desa Ban, selain ada satu korban jiwa yaitu balita berusia 3 tahun, sebanyak 5 orang juga dilaporkan mengalami luka berat dan 8 orang diantaranya mengalami luka ringan.
"Asesmen awal di wilayah Desa Ban, satu korban balita meninggal dunia anak umur 3 tahun, 8 orang mengalami luka ringan dan 5 orang mengalami luka berat dimana kelimanya sudah berada di rumah skit," terang Eka Putra Tirtana.
Tag
Berita Terkait
-
Gempa M 5,9 Guncang Jakarta: Perjalanan KRL Sempat Dihentikan
-
Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?
-
Pulihkan Dampak Gempa NTT, Operasional Dapur Umum dan Donasi Pangan Sasar Warga Flores
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
-
Indonesia Diramal Gempa M9 Akhir 2026, Eks Kepala BMKG: Kalau Terjadi Itu Kebetulan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali