Dari satu lagu yang diputar, Rama mematok harga Rp10 ribu. Jika sedang ramai dan para tamu berbaik hati, Rama bisa mendapat lebih dari saweran.
Namun dari pengakuan Rama, pendapatannya tak menentu, terkadang ia mengaku hanya membawa pulang uang puluhan ribu. Terlebih pada situasi pandemi Covid-19 ini.
Sebelum pandemi Covid-19 menghantam, Rama dan timnya bisa mengantongi pendapatan kotor senilai Rp1 juta. Jumlah uang itu bisa didapatkan pada malam Minggu.
"Itu bukan dari tiga gerobak masing-masing dapat satu juta ya. Jadi itu misalnya dari gerobak yang saya bawa, tapi dari gerobak duanya bisa dapat Rp200 ribu atau Rp100 ribu. Jadi emang enggak menentu gitu" jelasnya.
Sementara saat situasi pandemi sekarang ini sulit baginya mendapatkan penghasilan seperti sebelumnya.
"Kalau sekarang palingan Rp500 ribu. Itupun susah," ujarnya.
Apalagi saat PPKM Level 4 diberlakukan di Jakarta pada awal Agustus lalu, diakuinya sangat menyulitkan perekonomian mereka.
Mengingat Satpol PP gencar melakukan razia, untuk membubarkan kerumunan orang. Demi bertahan hidup, Rama dan teman-temannya terpaksa juga harus kucing-kucingan dengan petugas ketika sedang patroli.
"Tapi enggak pernah sampai diangkut (ditangkap Satpol PP) sih kalau aku," kata Rama.
Dalam pembagian pendapatan, setiap anggota tim dibagi rata. Jika dari satu gerobak terdiri dari tiga orang akan dibagi empat bersama Rama sebagai pemiliknya.
"Uang saweran, uang lagu kami kumpulkan semuanya. Habis itu dipotong sama uang kuota internet buat YouTube, keamanan dan lain-lain, baru sisanya dibagi rata semuanya,” ungkapnya.
Suka Dicolak-colek
Menjalani profesi sebagai biduan dangdut keliling bukan tanpa risiko, kata Rama. Terkadang Rama mengaku risau dengan tangan-tangan jahil para pria ketika memintanya untuk bernyanyi.
"Ya mau bagaimana, orang-orang pada mabuk," ujarnya.
Kendati demikian, ibu tiga orang ini menganggap hal itu tetap saja tidak dapat dibenarkan. Bagaimana pun juga, biduan dangdut keliling harus tetap dihargai. Baginya itu adalah sebuah profesi, tempatnya menggantungkan perekonomian keluarganya.
Berita Terkait
-
Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan
-
Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda
-
Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi
-
Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi
-
Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo