SuaraBali.id - Palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar, Bali akhirnya dapat digelar pada Jumat Siang (8/10/2021) setelah sekian lama tertunda karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19 di Bali.
Upacara ini adalah kegiatan adat besar dan menyita perhatian publik yang besar. Menurut keluarga, upacara yang dipuput oleh Pedanda Sapta Rsi ini disebut telah menerapkan standar prokes.
Dari awal pihaknya sangat kooperatif dengan situasi pandemi, dimana memasuki area Griya telah disediakan alat cuci tangan, masker, dan memasang QR Code PeduliLindungi.
Ida Peranda yang lebar (meninggal) pada Purnama Kadasa tepatnya tanggal 28 Maret 2021 akhirnya bisa melaksanakan dari awal hingga puncak Upacara Palebon.
“Ini jadwalnya mudur harusnya tanggal 15 Agustus kemarin menghormati dan mematuhi peraturan Pemerintah tentang PPKM, akhirnya hari ini (8/10) kita dapat melakukan penghormatan terakhir,” ucapnya.
Dikatakan selama serangkaian Upacara Palebon ditemukan tantangan mengenai penerapan prokes, yang langsung dikomunikasikan dengan baik kepada pihak terkait.
“Hari ini pun ada dari kementrian kesehatan datang untuk melihat bagaimana pelaksanaan kami dan satgas covid 19 kota Denpasar selalu diskusi dengan kita, kita juga berharap mengingatkan masyarakat kerumunan,” Jelasnya.
Meski telah diawasi dari tim gabungan Satgas Covid 19 Kota Denpasar, justru warga semakin memadati jalur Hangtuah menuju Sanur dari Pukul 11.00 WITA.
Menanggapi hal tersebut, Ida Bagus Sidharta menilai warga yang menonton secara dekat adalah sebagai tantangan baginya.
“Memang itulah yang namanya tantangan kita. Kalau dari pihak panitia kita sudah mengatur penyandang pamereman itu semua ada di banjar-banjar. Tapi warga tiba-tiba berhenti loncat langsung ke jalanan. Syukur ada petugas juga, ada blokade jalan 1-2 Jam sebelumnya. Itu juga mengurangi kerumunan, jalur tikus juga dijaga oleh Kepolisian dan para Satgas,” terangnya.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sabar menunggu terhadap ketidaknyamanan di jalan melewati Jalan Hangtuah, Sanur dan sekitarnya.
“Mohon maaf dan terima kasih atas doanya acara untuk Ayahnda kami bisa berjalan dengan baik,” Tambahnya.
Diketahui, Ida Pedanda Nabe meninggalkan seorang istri yakni Ida Pedanda Istri Agung Patni Ngenjung, beserta empat orang putra, diantaranya Ida Bagus Ngurah Agung Kumbayana, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dan Ida Bagus Agung Awatara Putra.
Berita Terkait
-
Mencicipi Donat Artisan yang Unik dan Autentik, Cita Rasa Bali di Setiap Gigitan
-
Baru 20 Tahun, Kadek Arel Resmi Jadi Anggota Exco APPI
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Merek Skincare Populer yang Sudah Teruji BPOM
-
9 Cara Tradisional Masyarakat Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan
-
Cek Harga! 6 Pilihan Innova Reborn Bekas Terbaik 2018-2021
-
Mila Indriani Ditangkap! Terpidana Kasus Kredit Fiktif Rp1,4 Miliar
-
Bukti Sianida dan Merkuri dari China Ditemukan di Tambang Ilegal Lombok Barat