SuaraBali.id - Pembantaian sadis pernah terjadi di hampir setiap jengkal daerah di Negara yang merupakan ibukota kabupaten Jembrana Bali. Salah satu daerah yang banyak diulas dalam sejarah Bali adalah Desa Merta Sari Loloan.
Awalnya desa ini merupakan desa Hindu yang terletak di kampong muslim Loloan Barat dan Timur. Daerah ini dibelah oleh Sungai Ijogading.
Dilansir dari beritabali.com, pada tahun 1965, Desa Mertasari adalah basis dari anggota PKI, khususnya Barisan Tani Indonesia (BTI).
Dan terjadilah pembantaian massal. Desa-desa sekitarnya yaitu Loloan Barat dan Loloan Timur, dikomandani oleh Tameng PNI didukung satuan Pemuda Ansor melakukan pembantaian terhadap laki-laki yang berasal dari Desa Merta Sari.
Inilah awal mula desa itu disebut menjadi Desa Janda karena semua laki-laki habis dibunuh dan hanya tersisa kaum perempuan saja.
Di kawasan ini pun kerap ditemui kuburan massal yang mana memang ada di setiap jengkal tanah di Jembrana. Selain Tegalbadeng, Toko Wong dan tempat pembantaian serta kuburan massal, ada dua tempat yang menarik.
Pertama adalah sebuah sumur yang kemudian dinamakan Lubang Buaya di Desa Melaya. Sumur ini saat pembantaian PKI adalah tempat pembuangan mayat-mayat yang kemudian ditanami bambu-bambu. Masyarakat Melaya yang tahu akhirnya percaya bahwa sumur ini angker.
Kedua adalah sebuah pantai yang apabila masuk di jalan tanah terdapat papan nama bertulis Tempat Wisata Pantai Candikesuma. Di depan pantai terdapat dua bukit tinggi yang di atasnya berdiri pura.
Di atas bukit itulah dulu para anggota dan simpatisan PKI dijejer dan ditembak sehingga jatuh ke pantai dan mayatnya langsung hanyut ditelan ombak.
Sebagian besar penduduk di Kabupaten Jembrana yang telah berusia 60 tahun ke atas sangat tahu dan mengerti peristiwa pembantaian di Jembrana tahun 1965. Namun menurut sejumlah penulis, baik dari dalam maupun luar negeri, mereka memilih menutup mulut rapat-rapat, karena masih trauma.
Sejumlah anggota PKI yang dinyatakan hilang setelah dijemput aparat keamanan diantaranya I Nyoman Puger (Denpasar), Tiaga (Denpasar), Sutaja, Ketut Kandi (Klungkung), Anom Dade (Denpasar).
Tidak kurang dari 27 orang sarjana yang menjadi pengurus inti PKI atau organisasi sayap kiri PKI di tingkat propinsi dan kabupaten di Bali sudah tidak diketahui lagi nasibnya setelah dijemput aparat keamanan dan milisi.
Pada saat itu ada yang dinamakan Komandan Anti G30S PKI. Siapa saja yang dilaporkan ke komando ini, maka terlapor akan hilang dan dibunuh. Memang banjar dilibatkan, karena ketua Koordinasi Kesatuan Aksi Pengganyangan (KOKAP) adalah kelian (pemimpin/ketua/kepala) Banjar. Jadi Kelian banjar otomatis bertindak sebagai penanggungjawab algojo.
Hanya Gereja Katolik di Bali yang mengambil inisiatif memberikan perlindungan bagi PKI. Pimpinan Gereja Katolik di tingkat paroki se-keuskupan Denpasar, menyediakan ruangan khusus bagi pengungsi yang dikategorikan PKI, karena ada instruksi dari Kardinal Justinus Darmowujono dari Jakarta.
Tag
Berita Terkait
-
Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T
-
Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November
-
Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern