SuaraBali.id - Korban predator seksual Reynhard Sinaga buka suara. Reynhard Sinaga adalah predator seksual asal Indonesia yang ditangkap dan dipenjara di Manchester, Inggris.
Reynhard Sinaga melakukan pelecehan seksual kepada puluhan orang. Berdasarkan tayangan dokumenter BBC2 yang berjudul Catching a Predator, diketahui bahwa Reynhard telah memangsa setidaknya 60 orang setiap tahun dari 2014 hingga tahun penangkapannya pada Juni 2017.
Hal itu diungkap lewat data yang dipulihkan dari perangkat elektronik miliknya.
Reynhard dipenjara pada tahun 2020 dengan hukuman 40 tahun penjara.
Kejahatannya terungkap ketika salah satu korbannya melawan saat kejadian. Dengan memulihkan data dari beberapa perangkat elektronik, polisi dapat membangun gambaran pelanggarannya dan melakukan kontak dengan para korban.
Daniel salah satu korban Reynhard yang berasal dari Hastings baru-baru ini angkat bicara.
Dirinya baru mengetahui apa yang menimpanya ketika polisi menunjukkan beberapa foto yang diambil oleh Reynahrd.
Awalnya Daniel menyelinap ke gang untuk buang air besar setelah malam ulang tahunnya pada tahun 2015. Daniel hilang kesadaran yang setelah ingatannya hanyalah dia bangun di flat Reynhard.
“Saya berada di sofa, berpakaian lengkap ketika saya bangun. Saya tidak dapat mengingat apapun”, kenang Daniel sebagaimana dilansir dari The Sun, Selasa 5 Oktober 2021.
Baca Juga: Duo Afrika Gemilang, Liverpool Belum Tersentuh Kekalahan di Premier League
Dalam keadaan bingung dan pusing Daniel mengambil barang-barangnya dan melarikan diri tanpa menunggu untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi. Daniel tidak pernah tahu bahwa dirinya telah diserang sehingga tidak terpikirkan olehnya untuk lapor ke polisi.
Dalam video dokumenter itu Daniel menangis ketika dia mengingat polisi yang memberitahunya bahwa dia telah diperkosa.
“Ada sedikit kelegaan karena tahu apa yang akhirnya terjadi dan bisa memahaminya, tetapi mungkin bukan kelegaan yang diinginkan”, kata Daniel.
“Anda dapat melihat saya koma. Aku terlihat mati. Mengerikan untuk dilihat”, terangnya.
Korban dari Reynhard tidak memiliki kesempatan untuk melawan karena obat penenang yang digunakan untuk korbannya begitu kuat.
Dalam rekaman video terlihat Reyhard memperkosa seorang pria yang dibius kemudian dibawa ke flat-nya, secara bergantian Reynhard menyerang korban-korbannya.
Berita Terkait
-
Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk
-
Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z
-
Manchester United Belum Pecat Michael Carrick, Partai Lawan Chelsea Jadi Penentu?
-
Manchester United Disarankan Ganti Michael Carrick dengan Pelatih Sukses di Liverpool
-
Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern