SuaraBali.id - Perjalanan berbagai partai politik Tanah Air di Pulau Dewata dituliskan antara lain oleh Putu Setia. Kemudian ada karya Drs. I Nyoman Sirna MPH. Mereka adalah para saksi mata, bersama warga Bali lainnya, yang berada langsung di masa Gestok ada Pemberontakan G30S atau Gerakan 30 September (PKI).
Setelah dua artikel terdahulu, inilah kelanjutan dari kisah keberadaan PKI di Bali, yang dipetik dari Beritabali.com, jaringan SuaraBali.id. Dituliskan sebelumnya bahwa para siswa SMP pun sudah terjun ke politik, dan saat suhu politik di Jakarta meninggi, di Bali pun terjadi peristiwa perkelahian antarpartai. Sehingga tentara turun mengamankan situasi (baca di sini dan di sini).
Menjelang September 1965, konflik antara pendukung PNI dan PKI terjadi di semua lapisan masyarakat di Bali. Termasuk di kalangan cerdik cendekia.
Awal Agustus 1964, berlangsung acara musyawarah pembangunan antarsarjana daerah Bali di Denpasar. Di saat acara pembukaan, Gubernur Bali Anak Agung Gde Suteja berhalangan hadir karena mendapat tugas ke Jakarta.
Dikutip dari Buku "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian" karya Drs. I Nyoman Sirna MPH, musyawarah ini penting karena hasilnya diharapkan bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan Bali. Namun perseteruan politik malahan mempengaruhi acara.
Menurut Nyoman Sirna, dalam berbagai persidangan, peserta yang berafiliasi dengan PKI tampak selalu ingin memaksakan kehendaknya.
Akibatnya, peserta lain bereaksi. Saat itu, salah seorang pimpinan sidang, Ida Bagus Suanda Wisnawa, seorang sarjana juga anggota polisi militer dan perwira keamanan Istana Tampaksiring menunjukkan sikap tegas.
Ia berhasil mengendalikan keadaan sehingga sarjana dari PKI tidak selalu mendominasi diskusi.
Setelah acara musyawarah pembangunan usai para peserta simpatisan PKI mengadukan insiden di acara itu kepada Gubernur Suteja. Pak Gubernur pun marah besar.
Baca Juga: Wisata Bali: Pengelola di Karangasem Menyambut Baik Pembukaan Kembali Tempat Pelancongan
Beliau langsung memanggil Ida Bagus Suanda Wisnawa ke kantor gubernur. Yang bersangkutan hadir memenuhi undangan gubernur namun menolak untuk ditegur. Setelah dimarahi Gubernur Suteja, ia berlalu tanpa berpamitan kepada Pak Gubernur.
Ketika situasi politik memanas, tindakan sekecil apapun bisa dinilai sebagai provokasi. Aksi-aksi sepihak yang disokong PKI di kalangan akar rumput kerap kali menimbulkan keributan.
Kader dan simpatisan PKI sering melakukan penyabotan dan pengeroyokan, untuk merebut tanah pertanian atau aset lain. Akibatnya orang-orang yang merasa dianggap musuh oleh PKI akan merasa terancam.
Berita Terkait
-
Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar
-
Nonton Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI Karya Arifin C Noer Malam Ini di Trans TV
-
Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?
-
Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya
-
Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun