SuaraBali.id - Masyarakat Bali sempat dihebohkan dengan penginputan data yang salah. Pasien perempuan berinisial Ketut JG yang dinyatakan sembuh, malah disebut sudah meninggal.
Reskrim Polresta Denpasar menyelidiki dan memanggil berbagai pihak terkait untuk dimintai keterangan.
Sebagaimana diketahui, Operator Satgas Covid-19 Kota Denpasar menginput pasien yang terpapar sudah sembuh usai menjalani isolasi terpusat (isoter) di Hotel Prime Biz Kuta, Badung.
Hanya saja, pasien berinisial Ketut JG tersebut malah dinyatakan meninggal dan laporannya masuk ke operator pusat di Kemenkes RI.
Baca Juga: Keren, Jessica Iskandar Sekarang Sudah Kantongi Dua SIM
Padahal, saat ini pasien Ketut JG usai menjalani isoter, ia kembali ke kampung halamannya di Singaraja, Buleleng.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat menjelaskan bahwa ada kesalahan dalam data tersebut. Sehingga pihaknya berencana akan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan.
"Iya benar, kami akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangannya," ujar Kompol Mikael dilansir dari Berita Bali, Selasa (7/9/2021).
Diterangkannya, pasien Ketut JG sebelumnya terpapar Covid-19. Ia merupakan seorang karyawan garmen di Denpasar. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak Polresta Denpasar mendatangi kantor Ketut JG dan diperoleh informasi bahwa kabar tersebut tidaklah benar.
Bahkan pihak manajemen kantor mengatakan bahwa Ketut JG sudah sembuh dan beristirahat di kampung halamannya.
Baca Juga: Bikin SIM di Polresta Denpasar, Jessica Iskandar Sukses Kantongi Dua Kategori Sekaligus
"Aggota sudah mengecek ke tempat kerja dan messnya, ternyata yang bersangkutan masih istirahat dan belum terkonfirmasi meninggal," ungkap Kompol Mikael.
Menariknya, pada aplikasi New All Records (NAR) milik Kemenkes RI, disebutkan Ketut JG telah meninggal dunia dan dirilis pada Sabtu (4/9/2021).
Kompol Mikael kembali menerangkan, beberapa orang yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar beserta operatornya, Koordinator Satgas Covid-19 beserta petugas operatornya.
Ia juga akan memanggil Direktur RSUP Sanglah bersama operatornya dan Direktur RS Wangaya beserta operatornya untuk dimintai keterangannya.
"Mereka hari ini rencana dipanggil, untuk dimintai keterangannya," terang Kompol Mikael.
Berita Terkait
-
Gudang Gas di Bali Meledak Tewaskan 12 Orang, Pemilik Ditetapkan Tersangka
-
Polresta Denpasar Tangkap Istri Oknum TNI Yang Diduga Laporkan Suami Selingkuh
-
Akal Bulus Faisal Akbar Perkosa WNA China Usai Asyik Pesta Miras
-
Driver Ojol Perkosa WN Brazil di Lahan Kosong Kuta Selatan, Pelaku Diciduk di Pasuruan
-
Diduga Menikah Lagi, Dua Orang di Bali Jadi DPO Kasus Nikah Tanpa Izin
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Arus Balik dari Jawa ke Bali Mulai Meningkat, Akhir Pekan Diprediksi Jadi Puncaknya
-
7 Kolam Renang di Bali Murah Untuk Liburan Anak-anak
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram