SuaraBali.id - Desa Adat Denpasar akan membangun tempat pengabenan umum seluas kurang lebih 33 are, berlokasi di Setra Bugbug yang masih berada satu areal dengan Setra Agung Badung.
Hal ini telah dirancang sejak 2017 dan menjadi program kerja Desa Adat Denpasar 2019. Pembangunan tempat pengabenan ini menurut rencana akan dimulai pada September 2021.
Bendesa Adat Denpasar A.A.Ngurah Rai Sudarma mengatakan, lokasi pembangunan tempat pengabenan ini berada di sisi barat daya dari setra.
Tahap awal akan dimulai dengan pembangunan Bale Pesandekan, Bale Semanggen, gudang alat, pemuun gas, pemuun konvensional, bale galih, serta bali pawedaan. Pada tahap berikutnya akan dilengkapi dengan pemuun oven, toilet serta bale rumah duka.
Dirinya pun mengatakan, dengan pembangunan tempat ngaben ini tak akan menghilangkan tradisi, adat dan budaya serta dresta Bali.
Karena, kata dia, dalam pelaksanaan ngaben akan tetap memakai banten tanpa mengurangi makna dari pengabenan yakni mengembalikan ke Panca Maha Butha.
“Di dalam pelaksanaan pengabenan nanti, akan tetap memakai dresta padewasan yang tercantum dalam awig-awig Desa Adat Denpasar,” katanya dilansir dari Berita Bali, Minggu (5/9/2021).
Pihak desa adat sebelumnya telah mengajukan proposal ke Pemkot Denpasar pada 15 Januari 2020.
“Ini sudah mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Denpasar yang berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Dan dari sana kami mendapat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Provinsi Bali sebesar Rp 2,5 miliar,” kata Rai Sudarma.
Baca Juga: Pandemi Bikin Upacara Ngaben Terbatas, Pengrajin Bade Menjerit
Pembangunan telah memperoleh pemenang tender dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 1,9 miliar lebih untuk pengerjaan tahun anggaran 2021.
Pihaknya juga mengaku dalam pembangunan ini tidak serta-merta profit oriented. Nantinya, tempat pengabenan di Setra Bugbug ini dapat dipergunakan untuk umum yang beragama Hindu.
Sementara itu, Sabha Desa Adat Denpasar, AA Putu Gde Wibawa mengatakan pembangunan tempat pengabenan ini sudah melalui kajian dan paruman.
Hal ini bertujuan mencegah jangan sampai ada kematian dan tidak mendapat layanan adat.
Berita Terkait
-
Viral Bade Upacara Ngaben di Bali Terseret Ombak Sampai Pulau Kangean Sumenep
-
Kabar Duka, Wahendra Tewas Akibat Sakit Gigi saat Melaut
-
Telisik Kasus Kadisbud Denpasar, Jaksa Periksa Dua Orang Saksi Ahli
-
Wisata Bali: Desa Serangan Bertahan di Zona Hijau COVID-19, Warga Patuh Prokes
-
Tinjau Vaksinasi di Denpasar, Panglima TNI Singgung Soal Fasilitas Isolasi Terpusat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih