Scroll untuk membaca artikel
RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 03 September 2021 | 19:12 WIB
Ilustrasi Jet Pribadi. (Pixabay/Jayjay V)

Terkait pasar penumpang Warga Negara Asing di Bali, Stefanus mengatakan selama pandemi pihaknya juga banyak mengangkut WNA dengan rute penerbangan ke luar wilayah Bali.

"Kami sering mengangkut WNA yang keluar Bali dengan tujuan Jakarta lalu mereka connecting flight ke negaranya dengan pesawat komersial. Beberapa kali itu tamu dari Eropa yang
akan pulang ke negaranya, kami antar sampai Jakarta lalu mereka lanjut pesawat komersial," katanya.

Stefanus Gandi menambahkan, untuk memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik bagi pengguna jasanya, pihaknya lebih memberikan pelayanan secara personal.

"Kami melakukan pendekatan seperti treatment kepada keluarga, jadi tidak bersifat penumpang seperti pada biasanya. Jadi family treatment," ungkapnya.

Baca Juga: Wisata Bali: Desa Serangan Bertahan di Zona Hijau COVID-19, Warga Patuh Prokes

Dalam melayani penumpang, PT Indojet Sarana Aviasi mengoperasikan sejumlah pesawat jet berbagai jenis seperti Hawker 400 yang terdiri dari enam seat, Hawker 800 yang dapat mengangkut delapan orang penumpang serta Legacy 600 yang memiliki 13 seat.

Ia mengatakan, untuk pemesanan jasa transportasi pesawat jet pribadi yang dioperasikan Indojet Sarana Aviasi rute domestik, calon penumpang dapat melakukan pemesanan satu hari sebelumnya.
Sedangkan untuk penerbangan rute internasional, pemesanan dapat dilakukan satu minggu sebelum tanggal keberangkatan untuk menyiapkan berbagai persyaratan di negara tujuan.

"Untuk rute domestik, pemesanan bisa satu hari sebelumnya selama pesawatnya ada. Yang paling penting adalah syarat perjalanannya harus sudah ada misalnya PCR, selama itu sudah terpenuhi bisa dadakan, di hari yang sama pun bisa kalau pesawat kami ready," ujar Stefanus Gandi.

Sejumlah rute penerbangan private jet yang dilayani Indojet Sarana Aviasi seperti rute Jakarta-Bali (sekali jalan) dibanderol mulai dari 19.500 dolar AS, Jakarta-Surabaya 16.000 dolar AS, Jakarta-Lombok 21.500 dolar AS, Jakarta-Labuan Bajo 32.000 dolar AS.

Sedangkan rute Jakarta-Jogja (YIA) 14.000 dolar AS, Jakarta-Makassar 29.000 dolar AS, Jakarta-Medan 29.000 dolar AS, Jakarta-Sumba Tambolaka 31.000 dolar AS, dan Jakarta-Sorong 55.000 dolar AS.

Baca Juga: Wisata Bali: Kisah Lumba-lumba dan Nama Pondok Lovina yang Kini Disimpan

Load More