Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Minggu, 22 Agustus 2021 | 20:09 WIB
Artis Pakai Baju Adat Bali. [Instagram]

Penggunaan Payas Agung pada zaman dahulu hanya dikenakan oleh kalangan dengan tingkatan paling tinggi.

Kata Payas sendiri memiliki makna riasan, dan agung yang artinya besar atau mewah sehingga dapat diartikan sebagai pakaian yang mewah.

Ciri utama Payas Agung adalah adanya perpaduan seperti warna merah, putih, dan emas. Payas Agung biasanya hanya digunakan dalam acara perkawinan.

Pakaian adat ini memiliki arti dan filosofi yang baik dalam menempuh kehidupan perkawinan. Penggunaan mahkota dalam Payas Agung pengantin adalah hal yang paling disucikan.

Baca Juga: Upacara Adat Bali Ngaben: Jenis, Tujuan dan Tata Cara

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ida Ayu Gede Prayitna Dewi dari Universitas Hindu Indonesia yang berjudul "Simbol Trimurti Dalam Payas Agung Pengantin Bali" Simbol Trimurti tersebut di dapat dari hiasan kepala yang meggunaan Cempaka Kuning sebagai lambang Dewa Brahma, Cempaka putih merupakan lambang Dewa Siwa, dan kenanga sebagai lambang Dewa Wisnu.

Payas Agung untuk laki-laki biasanya ditambahkan dengan keris, sedangkan bagi wanita menggunakan kain atau sesanteng yang dililitkan di bagian tubuh atas, dan menggunakan kain songket untuk bawahan.

2. Payas Madya

Artis Pakai Baju Adat Bali. [Instagram]

Payas Madya berada dibawah tingkatan Payas Agung namun lebih fleksibel untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Payas Madya berarti busana atau riasan yang sedang atau menengah.

Kelengkapan payas Madya untuk perempuan adalah menggunakan kebaya, dan kamen yaitu kain lembaran yang dililitkan di pinggang hingga menutupi pergelangan kaki dan selendang, yang dipakai di pinggang di luar kebaya

Baca Juga: Daftar Upacara Adat Bali, Ngaben Hingga Ngerupuk

3. Payas Alit

Load More