Pada kesempatan ini pula kepada I Made Wenten yang berpengalaman dagang di Toko Sempurna (Kumiai-Jepang) diberikan tugas dalam bidang logistik. Menghimpun sumbangan dana/barang selanjutnya dikirim ke daerah pedalaman.
Untuk mengurangi kecurigaan pihak yang anti republik, sebagai kamuflase dibentuklah perkumpulan sandiwara yang diberi nama PASTI singkatan dari Persatuan Anak Sandiwara Tihingan.
Disamping untuk alat kamuflase, juga dimaksudkan sebagai media propaganda perjuangan, tentunya terselip tujuan hiburan ringan bagi masyarakat Tihingan dan sekitarnya. Keanggotaannya pun berkembang sampai ke Penasan, Banda, Pau, Aan bangkah juga Br. Angkam/Akah.
Untuk tempat latihan dan persiapan pertunjukan dipilih tempatnya Nyoman Bebas (rumahnya Wayan Sekar) dan warung Wayan Sandia (Pan Mustika).
Setiap kali dilakukan pertunjkan/pentas, mengundang tentara NICA dan kaki tangannya datang membuntuti dan memata-matai.
Ida Bagus Ngurah Gog bersama Wayan Cakranegara melayat ke Geriya Br. Angkan atas nama teman-teman yang lain memberikan penghormatan kepada Ida Bagus Puja yang gugur dalam pertempuran di Lampu Kintamani Bangli.
Ida Bagus Putu Gede salah seorang kader/pejuang muda yang masih berstatus pelajar SLU Saraswati Denpasar meninggal dunia karena sakit.
Para guru dan pelajar SLU Saraswati Denpasar dengan beberapa bus/kendaraan datang melayat. Peristiwa ini ternyata memberi rangsangan, lebih berkobarnya semangat jiwa perjuangan.
Nyoman Bebas, Wayan Cakranegara, Wayan Sandia (Pan Mustika) diantar Wayan Mus berangkat ke Pesaban lewan Nyanglan untuk berkenalan dengan Gde Wija. Karena tak bertemu, beberapa minggu kemudian diulang kembali berdua.
Baca Juga: Luhut Tegaskan Data Kematian Tidak Dikeluarkan Permanen dari Evaluasi Level PPKM
Atas prakarsa beberapa orang (Wayan Suji, Wayan Berata, Wayan Dresta, Made Jedog) dengan restu para Kelian Desa (Pan Suji dkk) dibentuk pula Sekehe Gong dikoordinir oleh Wayan Suji.
Sekehe ini yang dilengkapi dengan sejumlah penari: Ni Wayan Kasna, Ni Wayan Tetep, Ni Ketut Sriani, NI Made Sukaning dan I Nyoman Tama dibawah pimpinan guru tari dan tabuh dari Sukawati dan Medahan Gianyar giat berlatih hampir setiap sore/malam sehingga suasana desa menjadi semarak.
Jalinan kerjasama antara grup sandiwara, sekehe gong dengan para pimpnan desa dan masyarakat umumnya yang demikian harmonis menjadikan orang luar tidak mengetahui bahwa dibelakang semua itu ada "arus bawah" yang bergerak deras, yakni semangat perjuangan yang menggelora.
Siapapun pejuang atau utusan "pedalaman" yang datang ke desa ini terjamin aman berkat kekompakan masyarakat.
Atas perintah dari "Pesraman" Ida Bagus Ngurah Gog berangkat ke Denpasar untuk mengambil bantuan senjata.
Pengiriman mesin ketik milik Wayan Gubah ke Nongan lewat Gusti Ketut Canteng di Manduang dapat dilaksanakan dengan selamat diterima di daerah "Pesraman".
Berita Terkait
-
Habis Suntik Vaksin COVID-19, Jerinx SID Singgung soal Duta Vaksin
-
Canang Sari, Persembahan untuk Sang Hyang Widhi Wasa dari Umat Hindu Bali
-
Bali Terima 41 Ton Oksigen Cair untuk Percepatan Penanganan COVID-19
-
Sidang Tahunan MPR: Jokowi Kenakan Baju Adat Badui, Puan Pakai Payas Agung Bali
-
Winger Veteran Bali United Ngaku Sudah Tak Sabar Beraksi di Liga 1 2021-2022
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan
-
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan
-
Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah