RR Ukirsari Manggalani
Sistem manajemen operasi Toyota e-Palette menggunakan konsep Toyota Production System (TPS), terdiri dari AMMS dan e-TAP [Toyota.co.jp]

SuaraBali.id - Kendaraan jenis mobil otonom atau mobil swakemudi yang lega, ramah pengguna dengan berbagai postur tubuh serta pengguna kursi roda menjadi bagian dari perbincangan seputar gelaran Paralimpiade dan Olimpiade Tokyo 2020. Yup, inilah Toyota e-Palette, mobil persembahan Toyota Motor Corporation yang beroperasi antar venue sampai Athlete Village selama kejuaraan olah raga tertinggi dunia itu berlangsung.

Dikutip dari kanal otomotif Suara.com, jaringan SuaraBali.id, Toyota e-Palette disebutkan Presiden Toyota, Akio Toyoda, sebagai simbol mobilitas yang menandai transisi haluan bisnis perusahaan itu. Dari produsen kendaraan bermotor roda empat menjadi penyedia berbagai kebutuhan mobilitas di masa depan.

Sistem manajemen operasional Toyota e-Palette menggunakan konsep Toyota Production System (TPS), terdiri dari Sistem Manajemen Mobilitas Otonom (AMMS) dan Platform Penugasan Otonom e-Palette (e-TAP).

Saat penyempurnaan Toyota e-Palette diundang pemain bola basket serta atlet pengguna kursi roda, agar didapat umpan balik yang realistis [Toyota.co.jp]

AMMS bertugas menjadi sistem pemberi tugas kepada e-Palette saat dibutuhkan. Yaitu mengirim ke lokasi yang dibutuhkan, di mana diperlukan, dan dalam jumlah berapa banyak, agar mampu mencapai layanan mobilitas just-in-time terbaik.

Baca Juga: Agar Mesin Mobil Sehat dan Hemat, Ini Saran dari Pengamat Otomotif

Dimensi sekira minibus, dilengkapi jendela besar dengan desain interior terbuka, dan jok maksimal 20 orang, serta empat kursi roda.

"Secara khusus, mengingat yang diangkut adalah para atlet dari berbagai cabang olah raga, ketinggian jok dan pegangan tangan di titik lokasi bisa diubah untuk memudahkan pengguna dengan berbagai postur tubuh," demikian tulis Toyota.

Tidak hanya itu, bagian lantai serta interior dicat dengan warna kontras. Tujuannya membantu pengguna yang memiliki kekurangan penglihatan warna. Begitu juga dengan para atlet pengguna kursi roda, kebutuhan juga sudah diselaraskan oleh team desain kendaraan swakemudi ini.

Toyota e-Palette memulai debutnya di Tokyo Motor Show 2019 [Toyota.co.jp]

Pintu besar di samping akan terbuka lebar saat Toyota e-Palette berhenti. Lebih dari separuh udara dalam kendaraan akan bersirkulasi. Juga dipasang lapisan antivirus serta film untuk seluruh permukaan yang disentuh pengguna. Inilah bagian dari proteksi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Selain menjadi wahana transportasi apara atlet Paralimpiade dan Olimpiade Tokyo 2020, Toyota e-Palette juga fungsional. Antara lain dijadikan sebagai sarana locker berjalan. Atau dimanfaatkan untuk gerai penjual cendera mata.

Baca Juga: Volkswagen Memperkirakan Krisis Chip di Industri Otomotif Masih Akan Berlangsung

Komentar