SuaraBali.id - Terkait pengusiran warga pendatang Romo Fery Wahyudi Satria Wibowo yang tinggal di Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Mengwi, Badung,
Perbekel Gulingan, I Ketut Winarya melakukan klarifikasi disebut ada aksi pengusiran warga pendatang Romo Fery WAhyudi Satrio Wibowo karena menolak vaksinasi.
Terkait hal tersebut dirinya meluruskan seolah-olah adanya pengusiran warga.
"Apa yang kami ucapkan dan katakan bukan merupakan peyeimbangan berita, tetapi merupakan berita pelurusan terkait berita yang telah tersebar di media sosial. Yang akhirnya menimbulkan prediksi-prediksi, taksir-taksir yang tidak jelas," ujarnya.
Desa Gulingan merupakan desa yang terbuka bagi semua orang. Sebagai desa dinas, diatur oleh UU dan Desa Adat juga memiliki Perarem berkewajiban mengatur sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami tegaskan di Desa Gulingan merupakan desa terbuka untuk semua orang," katanya dilansir dari Berita Bali, Kamis (29/7/2021).
Sedangkan terkait warga bernama Fery, menurut laporan dari Kelian Banjar Dinas Tengah Kaler, warga itu telah hadir di Desa Gulingan pada kurun Maret 2020.
Setelah bertemu dengan Kelian Dinas setempat, Ferry sama sekali tidak membawa surat apapun.
"Jika normal dalam perpindahan tentu telah membawa surat perpindahan, namun sampai bulan Juni kemarin, tidak dapat menunjukkan identitas tersebut. Tapi Ferry telah tinggal di wilayah lingkungan Tengah Kaler, Desa Gulingan pada Maret," sebutnya.
Baca Juga: Diusir dari Desa, Kapolres Badung Angkat Bicara
Selanjutnya, ketika ada laporan dari Kelian Banjar Dinas ke Desa Gulingan bahwa akan diurus dengan kelengkapan KTP dan KK ke Kantor Desa.
Ada beberapa hal tidak memenuhi syarat yaitu, di permohonan KTP biasanya ada nama, tempat, tanggal lahir tetapi Agama dalam KTP tidak berisi.
"Selain itu, secara administrasi kependudukan dirinya tidak tercatat di wilayah Desa Gulingan. Selanjutnya dalam penanganan Pandemi Pemerintah Desa melakukan tugas sesuai dengan aturan. Jika dilihat dari jumlah penduduk sangat banyak sekali," paparnya.
Kasus Ferry akhirnya muncul dari laporan Kelian Banjar Dinas, sebagai salah satu warga yang belum terdaftar melakukan Vaksinasi. Selanjutnya, pihak perangkat desa dengan Tim mendatanginya dan sempat terjadi dialog di kediamannya.
"Saat ditemui sebelumnya alasanya karena sakit sesak, jadi saya meminta dengan hormat dengan melakukan pemeriksaan Dokter. Saat disana beliau menyampaikan membutuhkan pendampingan avokasi, akan tetapi akhirnya melunak untuk dicarikan Dokter untuk Pemeriksaan," bebernya.
Tentu kewajiban kami tetap melakukan pendekatan. Akhirnya dua hari kemudian mendatangi ke rumah Ferry Kelian adat, kelian dinas, Babimkamtibmas tidak ada.
Berita Terkait
-
Miris, Pria yang Selalu Menolak Vaksin Covid-19 Kini Meninggal karena Virus Corona
-
Ribuan Orang Menolak Divaksin Covid-19, Polisi Yunani Bentrok dengan Warganya
-
Wisata Bali: Hilangkan Kalut ke Pura Taman Beji Cengana Badung yang Dijaga Lima Bidadari
-
Wisata Bali: Kisah Pura Ntegana Abiansemal Badung yang Dijaga Pasukan Tak Kasat Mata
-
Waduh, Bule Ukraina Terciduk Operasi PPKM Darurat, Salah Apa Dia?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?