SuaraBali.id - Tim Satuan Tugas Gabungan Kota Denpasar, Provinsi Bali telah menjaring 717 orang pelanggar sejak diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pihaknya telah menjaring sebanyak 717 orang pelanggar sejak penerapan PPKM Darurat tersebut.
Dewa Anom Sayoga menyebutkan tim gabungan ini terdiri dari Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri. Langkah yang dilakukan yakni dengan melakukan operasi yustisi penertiban kepatuhan masyarakat terkait pemberlakuan Instruksi Mendagri dan SE Gubernur serta SE Wali Kota Denpasar terkait PPKM Darurat.
"Pelanggar tersebut terjaring saat tim melakukan penyisiran dan penertiban secara terpusat maupun di posko penyekatan dan pemantauan di seluruh wilayah Kota Denpasar, baik pagi, siang, sore dan malam hari," kata Dewa.
Menurut dia, penertiban secara terpusat, tim melakukan penertiban di pos penyekatan di Kota Denpasar di antaranya Pos Penyekatan Simpang Cokroaminoto – Jalan Gunung Galunggung, Pos Ahmad Yani – Antasura. Kemudian Pos Jalan Trenggana- Jalan Trengguli, Pos Penyekatan Nangka Utara – Kemuda, Pos Penyekatan Kebo Iwa, Pos Penyekatan Gunung Salak, Pos Penyekatan Gunung Sanghyang, Pos Penyekatan Tohpati, Pos Jalan Seroja – Jalan Kemuda.
Secara keliling dilakukan oleh tim di setiap kecamatan di Kota Denpasar dengan patroli keliling sembari memberikan imbauan dan sosialisasi.
"Dengan cara inilah kami sebenarnya ingin mengajak masyarakat untuk sementara menahan diri tidak beraktifitas selama PPKM Darurat agar kasus Covid-19 bisa melandai," ujarnya.
Sedangkan tim pemantauan bergerak dari Polresta Denpasar menuju Jalan Kebo Iwa Selatan, Gatot Subroto, Bypass Ngurah Rai, dan Jalan Serangan.
"Sedangkan Tim Kecamatan Denpasar Utara patroli dilakukan di sepanjang Jalan Pidada dengan arahan agar sementara menutup toko atau warung sesuai aturan PPKM Darurat. Lanjut menuju Jalan Cokroaminoto ada berapa toko yang buka toko HP diperintahkan segera ditutup beberapa sudah ada kesadaran untuk menutup sementara usahanya," katanya. (Antara)
Baca Juga: Menaker Ida Beberkan Sejumlah Opsi bagi Perusahaan selama PPKM Darurat
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN