SuaraBali.id - Lady biker bernama Rina Septi Fiveni memiliki ambisi besar bisa menjelajahi keindahan alam Pulau Kalimantan sekaligus ingin membuktikan performa motor sport Honda Rebel.
Dikutip dari KabarNusa.com, jaringan SuaraBali.id, motor sport identik menjadi tunggangan kaum lelaki. Namun Rina yang perempuan--karena itu julukannya juga lady biker--membuktikan dirinya juga mampu mengaspal.
Aksi pacu adrenalin sekaligus menikmati indahnya pemandangan alam dan mengenal berbagai macam ragam adat istiadat daerah lain saat melakukan perjalanan touring, menjadikan Rina sangat menikmati perjalanan touring ini.
Dia menempuh perjalanan enam hari, dengan total jarak tempuh mencapai 1.700 km.
Rina sangat terkesan dengan touring kali ini yang dimulai sejak 27 Juni 2021 dengan start dari Banjarmasin menuju Palangkaraya yang tiba pada 28 Juni. Lalu perjalanan menuju Sampit, pada 29 Juni.
Dari Sampit Kalimantan Tengah menuju Sandae Kalbar, dan 30 Juni menuju Pontianak. Lanjut 1 Juli dari Pontianak menuju Singkawang. Berikutnya 2 Juli dari Singkawang menuju Aruk, Perbatasan Indonesia-Malaysia di ujung Kalimantan Barat.
Ada yang masih teringat di benak Rina, dalam perjalanan single touringnya kali ini yakni saat perjalanan dari Sampit Kalteng menuju Sandae Kalimantan Barat melewati banyak pegunungan dan perbukitan, hutan sawit dan sungai-sungai besar.
Dia mampu menempuhnya 10 jam non-stop, berhenti hanya makan siang. Dan perbatasan Kalteng menjadi tantangan tersendiri apalagi merasakan sensasi berkendara menggunakan Honda Rebel.
Honda Rebel sangat nyaman dengan posisi berkendara tanpa membuat tubuh lelah saat digeber panjang.
Baca Juga: Wisata Bali: Bendungan Palasari di Jembrana, Tempat Memancing Ikan Hingga Selfie
"Suguhan beragam kondisi jalan yang dilalui sangat dirasakan, beragam fitur, performa serta kenyamanan berkendara dengan menggunakan motor Big Bike Honda Rebel adalah pengalaman yang tidak terlupakan sebagai lady bikers,” ungkap Rina.
Honda Rebel tergambar melalui dua kata, yakni "sederhana" dan "mudah" untuk dikreasikan sesuai keinginan pengendara sehingga semakin ekspresif, tentunya berpadu dengan penyematan warna baru.
Desainnya tak lekang oleh waktu,mempunyai ban lebar berpadu dengan siluet yang rendah dan ramping.
Untuk menghadirkan kemampuan jelajah, telah dilakukan perubahan settingan sistem PGM-FI yang menghasilkan karakter berbeda.
Honda Rebel berbekal mesin 471cc 8-valve, liquid-cooled parallel twin-cylinder yang sporti.
Power unit yang disematkan akan menghasilkan keseimbangan yang baik antara ukuran fisik dan output yang fleksibel.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali