SuaraBali.id - KMP Yunicee ditemukan dengan posisi tenggelam tidak terbalik. KMP Yunicee tenggelam di Selat Bali, perairan Gilimanuk, Kamis (1/7/2021).
KMP Yunicee ditemukan oleh Kapal perang Rebuplik Indonesia (KRI) Rigel bernomor lambung 933. Dari hasil pemantuan Echoshounder Multibeam 2040 yang dimiliki oleh KRI Rigel, bangkai KMP Yunicee tersebut tenggelam di posisi, 10 derajat Lintang Selatan dan 114,25 derajat Bujur Timur.
Dari hasil pemantauan peralatan canggih di dalam KRI, kondisi kapal dalam posisi duduk atau tidak dalam posisi terbalik, pada kedalaman 72, hingga 78 meter di dasar laut.
Sementara, jarak kapal dengan daratan terdekat hanya mencapai 420 meter, atau kurang lebih 1,65 kilometer dari pelabuhan Gilimanuk, Bali.
KMP Yunicee ini membawa 17 truk sedang, enam kendaraan roda empat, dan 2 sepeda motor.
Semuanya juga ikut tenggelam ke dasar laut karena masih terjebak di dalam kapal. Selain menemukan titik lokasi tenggelamnya kapal, KRI Rigel juga berhasil menemukan beberapa peralatan milik KMP Yunicee.
Di antaranya dua life jacket, perahu penyelamat, dayung, makanan, dan air minum darurat.
Hingga kini, pihak TNI Angkatan Laut masih terus melakukan penyisiran ke arah selatan perairan Selat Bali untuk mencari belasan korban yang belum ditemukan dengan melibatkan 3 kapal perang milik TNI Angkatan Laut.
Selain KRI Rigel 933, KRI Soputan 923, dan KRI Singa 651 juga ikut diterjunkan dalam operasi SAR tenggelamnya KMP Yunicee.
Baca Juga: Dirjen Kemenhub Ungkap Kronologi Tenggelamnya KMP Yunicee
Sementara itu, terdeteksinya bangkai KMP Yunicee ini menepis dugaan hilangnya bangkai kapal karena terseret arus.
Pihak TNI Angkatan Laut meyakini, jika memang bangkai kapal terbawa arus dasar laut, pergeseran kapal tak terjadi terlalu jauh dari titik lokasi awal tenggelamnya kapal.
"Hal ini diyakini karena bangkai kapal bertonase 922 ton tersebut terdeteksi tenggelam dalam posisi tidak terbalik," ugkap Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim selaku Komandan KRI Rigel 933.
Sementara itu, proses pencarian korban tenggelam kapal akan terus dioptimalkan oleh tim SAR TNI Angkatan Laut. Pihak TNI Angkatan Laut juga akan memperluas jangkauan pencarian.
Jika pencarian sebelumnya dilakukan hingga radius 9 mill dari titik tenggelamnya kapal, di hari ke-empat proses pencarian, radius pencarian akan diperluas sejauh 5 mill ke arah selatan/ dan utara. Karena dimungkinkan korban hanyut sudah lebih lauh setelah terseret ganasnya perairan Selat Bali.
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo