SuaraBali.id - Kuburan orang Kristen Solo dirusak anak-anak pengajian. Guru ngaji suruh murid rusak kuburan orang Kristen di Mojo pasar Kliwon, Solo.
Wali Kota Solo Gibran ngamuk. Gibran Rakabuming Raka emosidengan kelakuan anak-anak pengajian rusak kuburan orang Kristen.
Kepolisian Sektor Pasar Kliwon sudah bergerak menyelidiki kasus ini. Kapolsek Pasar Kliwon Solo, Iptu Prevoost mengatakan polisi langsung bergerak begitu menerima laporan perusakan makam orang Kristen.
Kapolsek mengatakan, tim Polsek langsung menggelar proses mediasi antara pihak dirugikan dengan pelaku serta orang tua perusak makam.
Kapolsek menyebutkan mediasi dihadiri tokoh masyarakat setempat dan mencapai titik temu kedua kesepakatan kedua belah pihak.
“Tapi kepolisian tetap sesuai prosedur, kita kan periksa penyelidan kasus ini. Karena ini melibatkan anak di bawah umur, kita akan periksa ortu wali dan pengajar tempat anak-anak ini belajar,” ujar Kapolsek dikutip dari YouTube Berita Surakarta, dikutip Selasa (22/6/2021).
belum jelas motif pengrusakan kuburan Kristen itu.
“Saat ini masih proses kami kepolisian melaksanakan mediasi, dan sudah menemukan kesepakatan dilakukan ganti rugi, namun tetap pemeriksaan untuk proses lebih lanjut,” jelas Kapolsek soal ada indikasi perintah guru ngaji atau spontanitas.
Iptu Prevoost mengatakan pula meski sudah sepakat mediasi, namun pemeriksaan proses lebih lanjut bakal dilakukan lho.
Baca Juga: Kuburan Orang Kristen Diteror di Solo, Dicoret-coret, Salib Dihancurkan
Mengenai nasib ke depan sekolah informal yang dimaksud, polisi sih berpegang pada ketentuan dalam Surat Edaran Wali Kota Surakarta.
“Sesuai SE Walkot belajar mengajar tatap muka belum boleh, maka dihentikan sementara karena tatap muka nggak boleh, apalagi situasi kondisi tempat sangat sempit dan padat,” jelas Kapolsek.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka emosi atas kasus perusakan makam di Mojo Pasar Kliwon.
Makin marah Gibran setelah tahu yang rusak makam ternyata adalah anak-anak. Gibran nggak peduli, ingin anak-anak dihukum karena merusak makam salib digeser dan lainnya.
Selain itu, putra Jokowi ini minta sekolah informal tempat anak-anak belajar itu ditutup saja. Sebab sudah tindakan anak-anak itu sudah kelewatan banget.
Gibran Rakabuming meminta kasus perusakan makam di Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon ini dituntaskan.
Berita Terkait
-
Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres
-
MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah
-
Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan
-
Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran
-
Tim Kuasa Hukum Tunjukkan Scan Ijazah Asli Gibran dari SD hingga S1
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong