SuaraBali.id - Polisi tengah menyelidiki kasus keracunan yang menimpa 21 napi perempuan di Lapas Kerobokan hingga menyebabkan satu orang tewas. Korban tewas adalah napi perempuan berinisial RT (25).
Puluhan napi perempuan itu diketahui keracunan setelah meminum minuman oplosan kemasan bercampur cairan disinfektan. Kini, kasus tersebut tengah diselidiki aparat Polres Badung.
Dilansir dari Beritabali.com, penyidik Satreskrim Polres Badung telah memeriksa sebanyak delapan orang sipir di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kuta Utara, Badung.
Pemeriksaan terhadap 8 sipir Lapas ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa, Selasa (15/6/2021). Hanya saja ia enggan menyebut identitas ke-8 sipir yang diperiksa itu.
"Ya sudah ada 8 sipir lapas yang kami periksa terkait minuman oplosan yang menewaskan satu napi itu," ujar Prabawa.
Kata dia, pemeriksaan terhadap 8 sipir dilakukan setelah pihak Polres Badung berkoordinasi dengan pihak Lapas Kerobokan.
Sebelumnya, warga Denpasar dikagetkan dengan peristiwa puluhan napi perempuan di Lapas Kerobokan dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar, pada Kamis 10 Juni 2021.
Mereka kritis karena keracunan minuman oplosan. Para napi kasus narkoba itu, dua hari sebelum kejadian sempat meneguk minuman oplosan kemasan nutrisi bercampur cairan disinfektan.
Puluhan napi ini merasakan gejala sesak nafas dan sakit perut. Satu orang napi berinisial RT meninggal dunia di RSUP Sanglah setelah menjalani perawatan pada Jumat, 11 Juni 2021.
Baca Juga: 15 Napi Siap Diperiksa soal Kronologis Keracunan Disinfektan
Berita Terkait
-
15 Napi Siap Diperiksa soal Kronologis Keracunan Disinfektan
-
Napi Perempuan Lapas Kerobokan Minum Disinfektan Awalnya Bohong, Kini Cuci Darah
-
18 Napi Perempuan Lapas Kerobokan Minum Disinfektan Dirawat di RSUP Sanglah
-
Ya Allah! Salah Makan Umbi, Tiga Warga Tulungagung Keracunan, Satu Tewas Dua Kritis
-
44 Warga Banjarejo Kabupaten Magetan Diduga Keracunan Menu Hajatan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang