SuaraBali.id - Pemerintah Kota Denpasar mulai ajak wisatawan ke Bali untuk berwisata. Meski kasus COVID-19 masih menggila.
Promosi wisata itu akan melakukan sales mission atau promosi pariwisata secara online. Promosi itu dilakukan bekerjasama dengan PHRI Denpasar.
"Untuk pelaksanaan promosi ini akan dimulai akhir Juni 2021 dan kami telah menganggarkan dana sebesar Rp250 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, di Denpasar, Rabu (9/6/2021).
Meskipun wisatawan ini belum bisa datang ke Bali khususnya ke Denpasar, tapi setidaknya mereka tidak melupakan Bali dengan berbagai destinasi wisatanya.
Pihaknya juga akan membuat e-book yang memuat foto serta penjelasan masing-masing destinasi tersebut nantinya bisa diakses secara bebas sehingga wisatawan tahu destinasi yang ada di Denpasar.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan daya tarik wisata dengan anggaran Rp1,2 miliar lebih menggunakan Dana Insentif Daerah (DID).
Sedangkan untuk pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana juga dianggarkan Rp150 juta yang juga bersumber dari DID.
"Untuk menunjang pelaksanaan green zone di wilayah Sanur, kami sudah melakukan vaksinasi lebih dari 100 persen," katanya.
Terkait sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, dan Environment), ia mengatakan sampai hari ini tercatat sudah banyak fasilitas pariwisata di Denpasar yang telah menerima sertifikat itu, seperti 64 hotel (36 hotel di kawasan Sanur dan 28 hotel di luar Sanur) dan 34 restoran (7 restoran di Sanur dan 27 di luar Sanur).
Baca Juga: Resep Sambal Embe Khas Bali, Bikin Nagita Slavina Ketagihan
Selain itu, lima atraksi wisata 5 yang semuanya berada di luar Sanur, dua mall di luar Denpasar, empat toko oleh-oleh (1 toko di kawasan Sanur, 3 toko di luar Sanur), 15 lokasi usaha selam dan tirta (13 di Sanur dan 2 di luar Sanur), 27 usaha transportasi wisata (1 usaha di Sanur dan 26 di luar Sanur), 43 usaha jasa travel (15 usaha di Sanur dan 26 usaha di luar Sanur).
Walaupun demikian, Dezire mengatakan masih banyak fasilitas pariwisata yang masih enggan mengurus sertifikat CHSE.
"Mungkin karena belum beroperasi makanya mereka enggan mengurusnya," katanya.
Padahal, menurutnya, semakin banyak fasilitas yang memiliki sertifikat CHSE di Denpasar akan semakin menunjang pelaksanaan green zone di Sanur. (Antara)
Berita Terkait
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali