SuaraBali.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka jadi pusat perhatian saat rapat di DPRD. Leher Gibran ada tanda merah.
Hal itu membuat publik bertanya. Tanda apa itu?
Tanda merah itu terciduk saat Gibran menggelar rapat dengan DPRD Surakarta Ruang Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta, Senin kemarin.
Adapun bekas kemerahan di leher Gibran tampak memanjang dan terlihat jelas dari balik Pakaian Dinas Harian (PDH) yang ia kenakan.
Tak ingin membuat para awak media semakin penasaran atau bahkan salah paham, Gibran pun lekas menjelaskan.
“Masalah kemarin anu …,” bukanya, seperti dikutip terkini.id di kanal YouTube ‘berita surakarta’.
“Pulang malam terus mandi. Malah ora (enggak) enak badan. Kemarin saja kan rapat.”
Tanda merah di leher wali kota Solo itu adalah bekas kerokan. Untuk diketahui, kerokan merupakan salah satu pengobatan alternatif yang ampuh mengatasi gejala masuk angin, pegal-pegal, dan sebagainya.
Pengobatan alternatif ini nyatanya memang masih cukup sering digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Rumor Piala Wali Kota Solo Resmi Digelar, Ini Kata Gibran
“Yang ngerokin anakku … ya Mbak Selvi toh,” jawab Gibran dalam nada jenaka yang kontan disambut gelak tawa para awak media.
Berita Terkait
-
Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang
-
Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka
-
Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!
-
Pemerintah Mau Sungguh-sungguh Memberantas Korupsi? Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian