SuaraBali.id - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana bersuara atas maraknya korban meninggal usai vaksinasi Covid-19.
Dia meminta agar media lebih cermat menyajikan pemberitaan terkait vaksin di tengah masyarakat.
Pemerintah beserta stake holder terkait, lanjut Pramana, terus berupaya keras mengupayakan ketersediaan vaksin yang aman di tengah masyarakat sebagai salah satu cara keluar dari pandemi disamping penerapan prokes yang ketat.
Adanya pemberitaan negatif terkait vaksin, tanpa didukung dengan data serta dari sumber akurat dapat menimbulkan keresahan di masyarakat
"Sangat disayangkan banyak sekali pemberitaan yang mengatakan bahwa ada korban meninggal akibat vaksin, padahal belum ada penjelasan resmi dari pihak yang berkompeten tentang itu, namun sudah diberitakan orang tersebut meninggal karena vaksin," katanya.
Dilansir laman BeritaBali, Rabu (26/5/2021), dia saya meminta agar awak media lebih cermat dalam pemberitaan dan membantu mengedukasi masyarakat melalui berita yang berasal dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
Pramana juga meminta masyarakat agar selalu mencari informasi baik itu terkait Covid-19 maupun vaksinasi dari situs-situs resmi, sehingga informasi yang didapatkan akurat dan dapat dipertangungjawabkan.
Berita Terkait
-
Vaksin AstraZeneca Sudah Mulai Digunakan di Sleman, Prioritas Usia 50 Tahun
-
Perayaan Waisak di Tengah Pandemi, Brahmavihara Arama Banjar Dibatasi
-
Vaksin AstraZeneca Kembali Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan, Sebabkan Stroke Iskemik?
-
Urutan Nama Bali Berdasarkan Kasta, Tak Sesederhana yang Kamu Pikir
-
Ummat Islam Jangan Lupa Salat Sunnah Gerhana Bulan Total, Ini Tata Caranya
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual
-
Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani