Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintaro didampingi Kasatlantas Polresta Tangerang, Kompol Roby Heri Saputra saat memantau pelaksanaan penyekatan larangan mudik Lebaran di pintu Gerbang Tol Balaraja Barat. (Antara)
Kalau banyak orang nekat untuk tetap mudik, dengan beragam cara, maka kata Rocky, sudah ada kegagalan kultur hukum. Sebab kalau ada kesadaran hukum di kalangan masyarakat, tak mungkin Pemerintah sampai tega melibatkan panser untuk menjaga penyekatan.
“Panser itu lambang ketakutan, bukan persuasi. Hukum gagal maka tidak akan dihormati oleh rakyat,” katanya.
Belum lagi sikap aparat yang dinilai tidak dibekali dengan pengetahuan persuasi, bahwa apa yang dilakukan Pemerintah bermaksud baik. Bukan dengan bahasa yang saat ini dipakai Pemerintah, yakni melafalkan ucapan berupa ancaman. Ini, kata Rocky, tentu tidak berpendekatan pada kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan
-
BRI Lampaui Target Awal KPP, Percepat Pembiayaan Perumahan di Indonesia
-
Dua Anak Terseret Arus di Pantai Kuta
-
Ratusan Dapur MBG di NTB Mogok Masak
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren