SuaraBali.id - Bapak gendong anak hina orang pakai masker tolol ditangkap polisi. Polisi yang menangkap adalah Polsek Lakasantri Surabaya. Pria itu menghina saat mengunjungi Mal Pakuwon Trade Center Surabaya.
Kapolsek Lakarsantri, Kompol Arif Sasmito menjelaskan, pria bewok itu merekam video tersebut ditangkap di rumahnya.
“Pria yang viral membodohkan pengunjung mal bermasker di Surabaya telah ditangkap. Pria itu ditangkap polisi semalam. Setelah kami terima videonya yang viral,” kata Kapolsek Lakarsantri Kompol Arif Sasmito seperti dilansir Beritajatim.com, Selasa (4/5/2021).
Usai polisi menerima video pelaku yang viral, pihaknya langsung bergerak cepat malam itu.
Pelaku kemudian langsung dibawa ke polsek dan sudah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. Nanti pelaku akan diminta untuk melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas kesalahannya tersebut.
“Sudah kita limpahkan dan nanti akan ada permintaan maaf dari pelaku,” lanjut Kapolsek.
Sementara saat ditanya akan identitas dan pelanggaran aturan yang dilakukan pelaku, kapolsek belum bisa menjelaskan secara rinci.
Namun saat ditanya apakah melanggar aturan Perwali, Perpres dan Pergub tenyang pandemi virus Corona, pihaknya mengaku akan menjelaskannya nanti.
“Nanti saya jelaskan. Ini sedang rapat sebentar di Polrestabes,” tandasnya.
Baca Juga: Polisi Turun Tangan Usut Bapak Gendong Anak Hina Orang Pakai Masker Tolol
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Kasus Santri Dibakar Teman, Kejari Lombok Tengah Beri Bantuan
-
Polwan Rizka Sintiani Bunuh Suami Berbelit-belit di Persidangan, Jaksa: 14 Tahun Penjara!
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Wali Kota Mataram Tidak Mau Memberi Ruang Kelompok LGBT
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN