SuaraBali.id - Usai memeriksa sejumlah saksi serta korban, jajaran Polres Gianyar menetapkan lima orang tersangka kasus pemerkosaan dengan korban MA, gadis 19 tahun. Korban merupakan karyawan toko di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud.
Dilansir dari Beritabali.com, lima orang tersangka itu masing-masing GA (25), CA (22), PR (41), AAGD (27) dan GNAC (30) asal Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Kini lima tersangka sudah ditahan dan dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Laorens Rajamangapul Heselo, Senin (3/5) menjelaskan, setelah polisi menerima laporan korban, malam itu juga mereka memburu pelaku.
Awalnya, polisi menangkap dua orang pelaku GA dan CA yang dikenal korban dan menjemput korban. Dari dua orang ini, polisi kemudian menangkap tiga orang lainnya.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi termasuk korban. Setelah 1x24 jam kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Laorens.
Menurut dia, kejadian memilukan itu terjadi pada Jumat (30/4) sekitar pukul 23.30 WITA. Setelah korban MA pulang dari kerja di sebuah toko di wilayah Desa Mas Ubud, ia dijemput GA dan CA. Korban dijemput di depan toko oleh GA dan CA secara paksa.
Selanjutnya korban diajak naik motor ke tempat teman-teman pelaku minum. Karena korban berteriak terus, selanjutnya korban diajak ke kebun atau tegalan milik warga Banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh, Ubud.
Di kebun milik warga itu korban diperkosa secara bergantian kurang lebih lima orang. Dari lima orang tersebut, dua orang pelaku yakni GA dan CA sudah dikenal korban.
Baca Juga: Geger Kasus Pemerkosaan di Ubud, Lima Pemuda Ditangkap Polisi
Usai melampiaskan nafsunya, korban kemudian dikembalikan lagi ke toko tempatnya bekerja. Tiba di toko, korban menangis dan menelpon teman kerjanya.
Kepada teman kerjanya, korban menceritakan kejadian yang menimpanya. Sehingga teman kerja korban mengantarnya ke rumah korban. Korban kemudian menyampaikan kejadian memilukan tersebut kepada ibu korban NNS (45).
NNS kemudian melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa putrinya itu ke Mapolres Gianyar.
Menurut Kasat, modus operandi salah seorang pelaku GA mengancam korban kalau tidak mau berhubungan badan, maka foto telanjangnya akan disebarkan ke media sosial (medos).
Karena takut, korban akhirnya mau mengikuti keinginan dari pelaku GA selanjutnya pelaku bersama dengan pelaku yang lainnya menyetubuhi korban secara bergiliran.
"Para tersangka kita jerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun menambahkan.
Berita Terkait
-
Geger Kasus Pemerkosaan di Ubud, Lima Pemuda Ditangkap Polisi
-
Dituduh Perkosa Ponakan, Pria Ini Dikeroyok Keluarga, Kemaluannya Dipotong
-
Bejat! Selama Setahun, Ayah Setubuhi Putri Sendiri di Kabupaten Tangerang
-
Coba Perkosa Keponakan Tapi Gagal, Alat Kelamin Pria Ini Dipotong
-
Geger Remaja Pria Diperkosa Wanita Dewasa: "Stop Jangan Dijadikan Lelucon"
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
Tim Bergerak Cepat Padamkan Api di Puncak Setampol Rinjani
-
Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali
-
Pestapora 2026 Makin Nyaman, Ada Cicilan 0% dari BRI Kartu Kredit