SuaraBali.id - Tidak hanya menawarkan panoraman pegunungan dengan hamparan pepohonan, Desa Panji juga memiliki sungai mengalir deras yang memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan.
Bahkan, Desa Panji dengan keasrian alamnya yang terjaga juga memiliki objek wisata menarik yang diberi nama “Virgin River”.
Terpantau oleh Tim Singa Manggala, objek wisata Virgin River ini berupa sungai dengan air deras yang mengaliri bebatuan di sepanjang aliran sungai.
Para pengunjung bisa mandi atau sekedar mengambil foto dengan latar belakang air terjun rendah. Area sekitar sungai dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menguatkan kesan alam yang asri di Virgin River.
Wisata di lokasi tersebut tidak bisa terlepas dari sosok Gede Ari Kusuma Jati yang tak lain sebagai Ketua Kelompok Jasa Lingkungan Bangsing Beringin dalam mengembangkan objek wisata alam di Desa Panji.
Terkait kiprah kelompoknya, Gede Ari menjelaskan berdasarkan SK pembentukan yang diberikan pada tahun 2019, Jasa Lingkungan Bangsing Beringin oleh Pemerintah Desa Panji diberikan tugas untuk melestarikan hutan desa seluas 129 hektar, sekaligus mengembangkannya menjadi objek wisata berbasis alam.
Kawasan hutan tersebut juga menawarkan wisata sungai yang memiliki banyak potensi. Bersama kelompoknya, Gede Ari lantas berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi objek wisata sungai yang bernama Virgin River.
“Kami mengelola bersama warga masyarakat di sekitar, kami libatkan masyarakat yang tidak punya pekerjaan karena situasi seperti ini (pandemi), minimal jadi adalah kegiatan yang positif yang bisa dilakukan bersama,” jelasnya.
Terkait tarif masuk bagi pengunjung, Gede Ari mengaku belum ditetapkan tarif pasti. Namun, pengunjung disilakan untuk menyumbang dalam bentuk donasi. Jadi, tidak masalah berapapun jumlahnya akan diterima.
Baca Juga: Mantap! 6.000 Hektare Hutan Bakau di Lima Wilayah Kalbar Bakal Direboisasi
“Bahkan juga tidak bayar pun tidak apa-apa, asal tetap menjaga kebersihan sungai,” ujarnya kepada BeritaBali.com (jaringan Suara.com).
Guna menjaga keasrian Virgin River, Gede Ari dan kelompoknya beserta masyarakat melakukan kegiatan pelestarian seperti penanaman pohon, bersih-bersih, dan penataan.
Gede juga mendapatkan dukungan dari Kebun Raya Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) dan Kebun Raya Bedugul berupa bantuan 700 bibit pohon buah-buahan seperti durian, nangka aren, manggis, dan kererek.
Nantinya, Gede Ari menargetkan mengembangkan program untuk menjaga kebersihan di lingkungan Virgin River seperti pengadaan tempat sampah dan plang larangan buang sampah sembarangan.
Berita Terkait
-
Inspiratif! Pria Buleleng Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Bernilai Tinggi
-
Gibran Hanyut di Sungai Ciujung Serang, Hingga Kini Belum Ditemukan
-
Viral Warung Ambrol ke Got Siang Bolong, Publik: Azab Pelanggan Batal Puasa
-
Suku Awa di Brasil yang Paling Terancam: Mereka Membunuh Hutan Kami
-
Mantap! 6.000 Hektare Hutan Bakau di Lima Wilayah Kalbar Bakal Direboisasi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar