SuaraBali.id - Dua lelaki bernama Navein (42) dan Muhamad Mashud alias Uud (23) terlibat pertengkaran di sebuah toko di Jalan Kerta Negara Banjar Batu Mekem Ubung Kaja Denpasar Utara.
Pertikaian yang melibatkan benda tajam dan batu bata itu terjadi pada Rabu (27/4/2021) sekitar pukul 23.45 WITA. Akibat kejadian itu, kedua lelaki terkapar bersimbah darah.
Korban Navein ditemukan tergeletak dengan posisi duduk bersimbah darah di lokasi kejadian. Sementara pelaku Uud duduk tak jauh dari Navein dengan kondisi tangan kanan terluka.
Sejumlah saksi warga telah dimintai keterangan oleh Polisi. Mereka tidak mengetahui apa motif yang membuat pertikaian itu terjadi.
Dalam keterangannya, saksi Bima Fajar Fahlevi (31) mengatakan ia melihat kedua korban dan pelaku bergumul di pinggir jalan depan toko Jalan Kerta Negara nomor 105.
Saksi mengenal salah satunya panggilan Uud yang bekerja sebagai penjaga toko di depan TKP. "Uud itu bekerja di toko depan TKP," ungkapnya ke Polisi.
Sementara saksi lainnya, yakni Budiarto mengatakan saat kejadian, dia berada di kamar kos tepatnya di belakang TKP. Ia mendengar suara orang minta tolong dan kemudian saksi keluar kamar kos menuju TKP.
Setibanya disana, saksi Budiarto mendapati 1 orang laki-laki yang tidak dikenal duduk di tanah. Seluruh tubuhnya penuh bercak darah.
Sedangkan 1 orang lagi yakni Uud, sedang mengangkat bongkahan bata ringan dengan posisi kedua tangannya akan dipukulkan ke orang yang duduk tadi. "Dia (Uud) mau mukul korban dengan bata," beber saksi.
Baca Juga: 2 Bulan Hilang Jasad Komang Ayu Ardani Ditemukan Terpotong Tinggal Tulang
Aparat kepolisian Reskrim Polresta Denpasar yang tiba di lokasi segera melakukan penyelidikan dan olah TKP. Korban Navein yang dalam kondisi terluka dilarikan ke RSUP Sanglah dengan mengalami 8 luka akibat benda tajam.
Sedangkan pelaku Uud juga dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar akibat luka di bagian tangan kanan.
Polisi pun mengamankan barang bukti bongkahan bata ringan, satu pisau bagian gagang patah dan 1 gagang pisau serta 1 unit motor Honda Sccopy DK 3258 ACP.
Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menemukan apa motif dibalik pertikaian berdarah itu.
"Belum bisa dimintai keterangan, korban dan pelaku masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar. Anggota Reskrim masih mendalami," bebernya seperti dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Kamis (29/4/2021).
Berita Terkait
-
Komisi VI DPR Gelar Bimtek Pengembangan UMKM di Bali, Ini 3 Pelatihannya
-
17 Kali Lolos, Emak-emak Pencuri Gas Akhirnya Terciduk di Kedonganan
-
Razia Mudik Lebaran, Polisi Tak Temukan Pelanggaran di Mengwitani
-
Gempa Bali Terasa Sampai Wilayah Timur Jatim, Tak Berpotensi Tsunami
-
Langgar Prokes, Warga Tabanan Dihukum Push-up dan Denda Rp100 Ribu
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP