SuaraBali.id - Eks Sekertaris Umum FPI Munarman kecam teroris perempuan berjilbab Zakiah Aini ditembak mati. Menurut Munarman, harga nyawa manusia di Indonesia terlalu murah.
Munarman mengaku prihatin setelah melihat cuplikan video amatir detik-detik ditembaknya terduga teroris Zakiah Aini di Mabes Polri.
"Itu yang kita prihatinkan. Terlalu mudah, terlalu murah harga nyawa manusia di Indonesia ini, dan itu berulang-ulang kejadian seperti itu," ujar Munarman di kanal YouTube Refly Harun, Kamis (1/4/2021).
"Siapa pun juga orangnya, yang jelas nyawanya. Jadi, harganya sangat murah sekali," sambungnya.
Menurut Munarman, teroris bisa dilumpuhkan, bukan dibunuh.
"Apalagi, kan, ini perempuan. Bisa dilakukan penembakan pelumpuhan itu pada kaki. Katakanlah pada tangan, katakanlah dia pemegang senjata bisa di bagian tangannya," tutur Munarman.
Zakiah Aini pelaku tunggal
Teroris perempuan berjilbab Zakiah Aini serang Mabes Polri seorang diri. Tidak ada teroris pria lain yang selama ini disebutkan mengantar Zakiah Aini masuk Mabes Polri.
Hal itu dipastikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono.
Baca Juga: Singgung Nama Ahok di Surat Wasiat, Penyerang Mabes Polri Diduga Frustrasi
Argo menyebut penyerang hanya berjumlah satu orang.
"(Penyerang) satu orang, itu saja," kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (1/4/2021).
Isu mengenai adanya orang lain yang mendampingi ZA terdengar dari kesaksian juru parkir di sekitaran area Mabes Polri.
Dia sempat menyebut, jika teroris yang menyerang Mabes Polri ada dua orang, namun satu orang mengumpat usai ZA ditembak.
Seperti diketahui, petugas pos di area dalam Mabes Polri sempat diserang oleh seorang perempuan berinisi ZA menggunakan senjata api.
Belakangan, diketahui perempuan penyerang Mabes Polri bernama Zakiah Aini.
Berita Terkait
-
FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern