SuaraBali.id - Berlokasi di ujung jalan, dengan alamat Jalan Raya Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, lokasi Pura Kereban Langit tidak sulit ditemukan.
Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, pura ini dikenal sebagai tempat untuk nunas pemargi (meminta petunjuk atau jalan) memohon keturunan.
Bisa menggunakan panduan Google Maps, dari pusat Kota Denpasar, Pura Kereban Langit bisa ditempuh sekitar 30 menit. Untuk mencapai pura ini, peziarah mesti menuruni sekitar 30 anak tangga. Setelah itu, sampai di Pura Kereban Langit yang posisinya bersebelahan dengan sungai. Arti nama menggambarkan lokasinya, yaitu berada di dalam gua, namun beratapkan langit.
Berdasarkan penuturan Pemangku Pura Kereban Langit, Jero I Ketut Witera, keberadaan gua sudah muncul sejak pemerintahan Raja Udayana. Dalam masa pemerintahan ayahanda Sri Masula-Masuli (dalam berbagai referensi disebutkan adalah Sri Jaya Kasunu), lama tidak memiliki keturunan.
Sri Jaya Kasunu kemudian memohon pada Ida Bhatara di Gunung Agung Giri Tohlangkir agar dianugerahi keturunan.
Konon, saat itu diberikan petunjuk agar mencari tirta salaka yang ada di dalam sebuah gua. Berbekal petunjuk itu, dikirimlah utusan untuk mencari gua yang berisi tirtha salaka itu.
Singkat cerita, utusan melihat sebuah gua dari atas bukit. Kala itu, Desa Sading masih bernama Bantiran. Ketika turun memasuki gua, ada seorang yang tengah bertapa di situ.
"Utusan itu pun bertanya apakah ada tirtha salaka di dalam sana? Petapa yang memberi tahu kalau hanya ada pancuran air saja dalam gua," papar Jero Witera.
Air dari gua itu kemudian dibawa dan diberikan kepada raja dan diminum oleh permaisuri. Beberapa bulan kemudian, permaisuri hamil dan lahirlah kembar buncing Sri Masula-Masuli.
"Sejak saat itu gua dipelihara. Lama-kelamaan dibuatkan tempat suci seperti sekarang ini. Dulu ini masih semak-semak. Sekarang pura ini sudah menjadi cagar budaya dan purbakala," tukasnya.
Pura kemudian diserahkan kepada Raja Mengwi. Kerajaan Mengwi kemudian melimpahkan pemeliharaannya kepada Puri Sading. Dari Puri Sading, kemudian diserahkan pengelolaannya kepada parekan (abdi) sebanyak empat Kepala Keluarga (KK).
"Mungkin karena pura ini jauh, untuk pemeliharaan dilimpahkan kepada raja-raja di Badung dan Denpasar. Jadi, pura ini adalah milik dari Puri Sading. Karena leluhur saya dulu jadi parekan di Puri Sading, diberikan kewenangan menjadi pemangku. Awalnya empat KK, kini menjadi delapan KK," pungkas Jero Witera.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun
-
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!
-
Wamen Koperasi Apresiasi Musdesus Capai Kemajuan Positif, Rampung 100 Persen
-
Luhut Mau Bereskan Wisata Bali: Kelab Telanjang Mau Dikurangi
-
Mencekam! Rumah Anggota DPRD di Bali Ditembaki OTK
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan
-
Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Promo Hemat 25% untuk Boost Harimu