SuaraBali.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membicarakan kemungkinan wisata Bali akan membuka pintu untuk wisatawan asing, Sabtu (27/3/2021) hari ini. Sebab pemerinyah mengungkapkan pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mulai membuka pintu wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, khususnya Bali.
Pertimbangan untuk membuka kembali pariwisata lantaran program vaksinasi saat ini tengah dilakukan pemerintah, termasuk untuk wilayah Bali.
"Kapan kita mau buka dengan asing? Itu pembicaraan masih jalan juga. Kami juga melihat mana yang boleh datang ke mari, (yaitu negara) yang (kasus) COVID-nya sudah mulai turun dan (yang sudah mendapat) vaksin juga makin banyak. Sekarang masih dibicarakan mengenai itu," katanya dalam jumpa pers virtual Bali Investment Forum 2021, Jumat (26/3/2021) kemarin.
Pemerintah sendiri tengah mengevaluasi kebijakan larangan masuk bagi wisman ke Indonesia melalui rapat hari ini.
Namun, mantan Menko Polhukam itu menegaskan kebijakan untuk membuka pariwisata bagi wisman juga harus menggunakan parameter tertentu dan sifatnya resiprokal.
Pembukaan pariwisata pun, lanjut dia, tidak akan dilakukan secara nasional, melainkan per titik, misalnya hanya di Bali saja.
"Jadi mesti kita buat parameter yang sama, di Indonesia atau Bali ini dengan nanti negara asing yang mau masuk ke kita. Jadi kalau misalnya Korea, Qatar, itu sama parameternya dan kami setuju, ya kami bikin travel bubble di situ," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menjelaskan sejumlah pertimbangan pemerintah untuk membuka Bali bagi turis asing.
Pertama, yakni negara-negara dengan penyebaran COVID-19 dapat ditangani dengan baik serta program vaksinasi di negara tersebut berjalan dengan baik.
Baca Juga: Persib Raih 1 Poin di Laga Perdana, Robert: Belum Ada yang Perlu Dievaluasi
"Karena kita ingin mengurangi risiko ketika kita membuka Bali untuk turis asing," katanya.
Pertimbangan selanjutnya, lanjut Angela, yaitu ketersediaan penerbangan langsung (direct flight) dari negara asal wisma ke Indonesia.
"Karena dengan direct flight juga mengurangi risiko penyebaran," katanya.
Angela menambahkan, pemerintah juga mempertimbangkan membuka pariwisata Bali untuk turis asing dengan kemampuan finansial yang lebih baik menyusul fokus pemerintah dalam mendorong pariwisata berkualitas (quality tourism).
"Selain itu kita berfokus kepada quality tourism, di mana turis-turis itu yang spending-nya lebih tinggi," pungkas Angela. (Antara)
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
-
Buron Hampir Tiga Tahun, Terpidana Kredit FIktif Mila Indriani Ditangkap di Bali
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain
-
Tradisi Unik Jelang Ramadan di Tengah Umat Hindu Bali
-
Ingin Tetap Langsing Saat Puasa? Ini Tips Diet di Bulan Ramadan
-
Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan
-
Status Gunung Ile Lewotolok Naik Jadi Siaga, Ribuan Gempa Tercatat