SuaraBali.id - Geger Habib Rizieq mau kuasai DPR agar syariat Islam subur di Indonesia. Pernyataan Habib Rizieq Shihab itu viral di media sosial dalam sebuah video yang beredar.
Video Habib Rizieq tersebut diunggah pengguna Twitter @Ar1Pangeran. Lalu ikut dibagikan Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Kamis (25/3/2021).
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti kapan video itu direkam. Namun, diduga video tersebut merupakan video lama sebelum Mantan Pentolan FPI itu yang kini dipenjara atas kasus Petamburan dan RS Ummi Bogor.
Habib Rizieq Shihab tampak tengah berceramah di hadapan sejumlah orang. Habib Rizieq pun menyebut hukum Syariat Islam di Indonesia bisa diberlakukan di Indonesia apabila pada tahun 2019 konstitusi bisa direbut.
"2019 kalau bisa kita rebut secara konstitusional maka tahun 2020 syariat Islam sudah bisa jalan di Indonesia," kata Habib Rizieq dalam video itu.
Rizieq pun menjelaskan bahwa sistem perundang-undangan di Indonesia dibuat oleh DPR RI. Maka dari itu apabila 60 persen kursi di DPR tersebut dipegang oleh umat Islam yang pro dengan syariat maka hukum Islam yang diusulkan di DPR bisa divoting.
"Dan ingat, sistem perundang-undangan di Indonesia yang buat adalah DPR RI. Kalau kursi umat Islam yang pro syariat 60 persen atau dikatakan bisa 2/3 apalagi, maka kalau ada hukum potong tangan pencuri umpamanya diusulkan dan deadlok maka akan ada voting," tuturnya.
Apabila voting itu berlangsung, lanjut Rizieq, maka usulan hukum Islam bisa terwujud lantaran 2/3 umat Islam pro syariat duduk di kursi DPR.
"Voting kalau kita pegang 2/3 kursi yang ada di DPR kita menang. Kalau menang, berarti hukum (Islam) akan bisa jalan di kita punya negeri," ungkapnya.
Baca Juga: Ribuan Polisi Jaga Ketat Sidang Habib Rizieq Hari Ini
Habib Rizieq Shihab menilai tidak mustahil hukum Islam berlaku di Indonesia apabila dilakukan lewat cara konstitusional.
"Siapa bilang hukum Islam di Indonesia tidak bisa jalan? Siapa bilang hukum Islam gak boleh berlaku di Indonesia? Bisa dan harus kita lakukan secara konstitusional," ujar Habib Rizieq.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Serukan Lawan Preman, Desak Pimpinannya Ditangkap Dijebloskan ke Penjara: Jangan Takut
-
Kaget Ada 5 Truk Preman Bersenjata Bambu saat 27 Agustus, Habib Rizieq Minta Pimpinannya Ditangkap
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Jangan Asal Beli! 6 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo