Scroll untuk membaca artikel
Erick Tanjung
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:53 WIB
Terdakwa pembunuhan berencana Rio Prasetya Nanda Alias Rio (tengah) berjalan menuju kursi pesakitan untuk mengikuti sidang perdananya di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Kamis (25/2/2021). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Alat bukti yang menguatkan Rio sebagai pelaku pun disampaikan JPU dalam dakwaan. Namun demikian, peran Rio sebagai pelaku hanya dikuatkan dari pengakuan dirinya ke hadapan polisi.

Begitu juga dengan motif pembunuhannya yang berkaitan dengan kehamilan korban hasil di luar nikah dengan terdakwa. Permasalahan itu yang kemudian menjadi biang keladi terdakwa dengan tega membunuh kekasihnya.

Selain itu dalam dakwaan, tidak ada terungkap keterlibatan orang lain atau pun saksi mata yang melihat dan mengetahui aksi pembunuhan tersebut. Karenanya Rio dalam kasus ini muncul dengan peran tunggal.

Untuk jejak digital percakapannya dengan korban, serta rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi pembunuhan juga masuk dalam materi dakwaan. Namun demikian, temuan itu masih sebatas bukti pendukung.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Nekat Edarkan Ratusan Gram Sabu Buat Bikin Kandang Kambing

Reka adegan pembunuhan yang digelar penyidik Polresta Mataram juga masuk dalam rangkaian pembacaan dakwaannya.

Mulai dari pertemuan terdakwa dengan korban di lokasi, hingga ide terdakwa membuat kamuflase seolah-olah korban tewas karena gantung diri, masuk dalam materi akhir dakwaan milik Rio.

Usai mendengar dakwaannya dibacakan, terdakwa melalui Penasihat Hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi) dan mempersilahkan Majelis Hakim untuk melanjutkan sidangnya dengan agenda pemeriksaan saksi.

Mendengar pernyataan tersebut, Majelis Hakim menyatakan sidang lanjutan digelar pekan depan, pada Selasa (2/3) mendatang dengan meminta JPU agar menghadirkan saksi-saksi.

Penasihat Hukum terdakwa Rio, Lalu Rusmat, yang ditemui usai mengikuti sidang perdananya digelar, menyampaikan alasannya yang tidak mengajukan eksepsi.

Baca Juga: Terungkap! Lombok Timur Jadi Peredaran Tramadol Ilegal

"Jadi kenapa kami tidak ajukan eksepsi karena kami tidak temukan kekaburan, dalam materi dakwaannya tidak ada yang salah, syarat formal dan lain sebagainya sudah memenuhi unsur KUHAP," kata Rusmat.

Load More