SuaraBali.id - Buruh bangunan bernama Heri Iswanto (33) terjatuh dan tewas seketika saat memperbaiki atap villa yang bocor. Jenazah pria asal Jember Jawa Timur dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar.
Kejadian itu terjadi di salah satu vila di kawasan Perumahan Bali Residence, Vila Melati nomor 5 yang terletak di Jalan Goa Gong Desa Ungasan Kuta Selatan, Kamis (4/2/2021) sekitar pukul 13.40 WITA.
Menurut Kapolsek Kuta Selatan Yusak Agustinus Sooai, pihaknya menerima laporan kecelakaan kerja di vila sekitar pukul 16.40 Wita dan segera bergerak ke lokasi.
Setelah dicek ternyata benar, korban Heri Iswanto ditemukan sudah meregang nyawa.
Korban ditemukan kali pertama oleh mandornya, Moh Agus Solichin Rauf (42). Posisinya tergeletak di balkon dalam posisi tengkurap menghadap ke arah utara dengan kepala mengeluarkan darah.
Polisi memeriksa keterangan sejumlah saksi salah satunya pemilik vila, Benny Hidayat (42) dan sang mandor Agus Solichin. Dari keterangan, Benny mengaku menyuruh Agus untuk merenovasi kebocoran atap genteng di atas kamar utama villa.
Tapi beberapa jam kemudian tepatnya sekitar pukul 15.00 WITA, Benny menerima kabar dari mandor bahwa seorang buruh terjatuh dan meninggal di lokasi.
"Pemilik villa menerima kabar bahwa tukang yang memperbaiki villanya ditemukan meninggal di lokasi," ujar Kompol Yusak dilansir dari Beritabali.com jaringan Suara.com, Sabtu (6/2/2021).
Sementara mandor Agus Solichin mengatakan, korban Heri sudah seminggu bekerja di vila sebagai tukang. Pria asal Jember Jawa Timur itu kemudian mendapat tugas memperbaiki atap bocor di atas kamar utama di lantai II.
Baca Juga: Hendak Diajak Kerja, Buruh Bangunan di Batam Ditemukan Tak Bernyawa
"Korban disuruh mandor untuk memperbaiki kerusakan atap bocor di atas kamar utama vila," terang Kapolsek.
Beberapa jam memperbaiki atap bocor, Heri tidak diketahui keberadannya. Sehingga mandornya sekitar pukul 13.40 WITA mengecek kondisi korban di atas atap.
"Mandor mencarinya tapi korban tidak ditemukan di atas atap. Saksi kemudian mencari ke bassement sampai lantai paling atas tapi juga tidak menemukan korban," beber Kompol Yusak.
Lantaran tidak melihat anak buahnya, saksi Agus istrahat. Selang 10 menit berlalu tanpa sengaja dia menoleh ke arah tandon air. Betapa kagetnya saksi melihat korban Heri terkapar di balkon dalam posisi tengkurap menghadap ke arah utara dengan kepala mengeluarkan darah.
"Mandor menemukan korban meninggal di balkon dekar tandon air," ujarnya.
Sementara itu, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim identifikasi Polresta Denpasar jenazah korban segera dievakuasi ke RSUP Sanglah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah
-
Pengamat: Transformasi Danantara Berpotensi Perkuat Kontribusi Pajak BRI ke Negara
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Mataram: Begini Perjalanan Tersangka Usai Habisi Korban
-
WNA Amerika Jual Lahan di Kintamani Bali, Begini Respons Imigrasi