SuaraBali.id - Seorang bocah dipasung oleh ayah kandungnya sendiri selama satu tahun belakangan. Dia dibiarkan kelaparan dengan kondisi telanjang, kaki dirantai dan dikurung di dalam drum.
Bocah itu usianya masih 10 tahun tapi harus mengalami nasib memilukan. Selama berhari-hari, dia tidak diberi makan oleh ayahnya dan tinggal di drum yang sempit.
Bocah dipasung akhirnya bisa diselamatkan oleh kepolisian Brazial baru-baru ini ketika usianya sudah 11 tahun.
Menyadur The Sun, Selasa (2/2/2021) petugas menemukan bocah itu telanjang, tangan dan kakinya dirantai ke sebuah drum dan ditempat di bangunan kecil serta sempit.
Petugas berhasil menyelamatkan anak tersebut pada 30 Januari, setelah tetangga bocah itu melaporkan bahwa ia sudah lama tidak tampak di lingkungannya.
Ayah bocah tersebut beserta pacar dan putrinya ditahan oleh pihak berwenang, karena dicurigai sengaja melakukan penyiksaan.
Menurut keterangan polisi, bocah lelaki itu dipaksa berdiri di dalam drum setiap hari, bahkan disuruh buang air kecil dan besar di dalamnya.
Petugas menjelaskan bagaimana mereka menemukan bocah malang itu tidak berpakaian, lemah dan dengan tanda-tanda kekurangan gizi.
Kakinya bengkak karena terus berdiri. Petugas juga menemukan tinja dan bau pesing yang menyengat.
Baca Juga: Bikin Merinding, Viral Pasien Covid-19 Teriak Kelaparan di Wisma Atlet
Polisi harus menggunakan pemotong besi untuk membebaskan bocah itu dari rantai dan saat penyelamatan tersebut bocah itu merintih: "Aku hanya ingin makan."
Bocah tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit di sekitar tempat tinggalnya sebelumnya akhirnya dirawat oleh bibi dari pihak ayahnya.
Menurut laporan media lokal, dia mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya dengan kejam melemparkan cairan pemutih dan air dingin ke badannya.
Anak tersebut juga memberikan kesaksian dia tidak makan apapun selama tiga hari dan mengalami penyiksaan tersebut sejak dia berusia 10 tahun.
"Dia bahkan makan kotorannya karena dia tidak punya makanan. Saya sudah bekerja di polisi selama 23 tahun, dan kami telah melihat semuanya, tetapi itu tidak pernah terjadi." jelas Sersan Mike Jackson, yang membantu membebaskan anak itu.
Ayah bocah itu, yang bekerja sebagai petugas kebersihan, diduga menganggap putranya tidak betah di rumah dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut untuk memberinya pelajaran, menurut laporan polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang
-
50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi